Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: KPU RI akan melantik anggota KPU Provinsi tersebut pada hari rabu, 23 Mei 2018. Koalisi Pemuda Kawal Pemilu pun memberikan catatan kepada tahapan seleksi 16 KPU Provinsi.

Demikian sejumlah catatan terkait tahapan seleksi 16 KPU Provinsi.

Pertama, Kita mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Seleksi di 16 Provinsi yang telah bekerja keras menyeleksi peserta untuk menemukan para anggota KPU Provinsi yang berintegritas dan memiliki kemampuan dalam hal jaminan kualitas. Kami merasa bahwa kinerja Timsel sudah sangat baik mengingat tahapan seleksi membutuhkan objektifitas dan netralitas timsel.

Kita berharap KPU RI membuat aturan tentang penghargaan kepada para timsel. Mungkin dalam bentuk group timsel dengan nama expert tim yang pada kemudian hari menjadi mitra tetap KPU dan membantu KPU Provinsi dalam hal kegiatan dan konsultasi. Selain itu, timsel berhak untuk meraih penghargaan sebagai Pejuang Demokrasi yang telah membantu KPU RI menemukan mitra-mitra terbaik untuk memimpin KPU Provinsi.

Kedua, Kita perlu memberikan masukan kepada KPU RI untuk memperbaiki tahapan seleksi secara bertahap. Sebagaimana yang sering kami minta kepada KPU dan Bawaslu RI. Mengingat proses seleksi KPU/Bawaslu yang terbuka bahkan direkam videonya oleh Perludem. Kedepan, seleksi KPUD dan Bawaslu Daerah harus terbuka. Memberi ruang bagi pemantau pemilu untuk melihat proses wawancara dan fit and proper test peserta.

Istilahnya Pusat saja terbuka apalagi daerah. Jadi, saat seleksi KPU Kabupaten/Kota dan Bawaslu Kabupaten/Kota, pemantau pemilu bisa melihat proses wawancara dan uji kelayakan. Jika diperkenankan, boleh memberikan pertanyaan kepada peserta saat proses berlangsung.

Ketiga, Bahwa seleksi adalah satu proses mengharuskan ada yang lulus dan tidak lulus. Bagi yang tidak lulus, masih boleh memberikan masukan untuk evaluasi kepada KPU RI atau ke DKPP dengan syarat untuk menghidupkan proses yang demokratis tanpa ada rasa sakit hati. Seandainya peserta yang masuk ruang PAW, mereka akan lebih baik menerima hasil tersebut.

Keempat, Kepada peserta dengan status calon PAW, sebaiknya tetap menjadi mitra KPUD dengan tetap aktif di kajian pemilu. Akan lebih baik untuk tetap beraktifitas dalam kepemiluan untuk memberikan support kepada KPUD. Begitu juga sebaliknya, para anggota yang terpilih agar mempertimbangkan program kerjasama dengan peserta yang tidak terpilih. Demi menjaga stabilitas dan kinerja KPUD.

Kelima, Kami berharap, ada pertimbangan untuk menyusun draft Sekolah Demokrasi Penyelenggara Pemilu yaitu sebuah program pendidikan kepada para calon penyelenggara pemilu. Terutama bagi penyelenggara di tingkat provinsi sampai ke tingkat desa.

“Selamat bekerja kepada KPU Provinsi periode 2018-2023,” demikian disampaikan oleh Divisi Kajian KIPP Indonesia & Anggota Koalisi Pemuda Kawal Pemilu, Andrian Habibi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/5/2018).

Koalisi Pemuda Kawal Pemilu terdiri dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, Indonesia Election Watch, Bidang Politik dan Pemerintahan Pengurus Besar HMI, Lembaga Teknik Mahasiswa Islam dan akademisi muda cinta demokrasi.@licom