Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HSC optimis penjualan mobilnya tumbuh pasca teror bom di Surabaya
(ki-ka) Ang Hoey Tiong, President Director Hinda Surabaya Center didampingi Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Director HSC di sela Press Confrence di Surabaya, Selasa malam (22/05/2018). Foto-Eld
Bisnis

HSC optimis penjualan mobilnya tumbuh pasca teror bom di Surabaya 

LENSAINDONESIA.COM: Penjualan mobil di Honda Surabaya Center (HSC) selaku main dealer Honda Mobil di wilayah Jatim, Bali dan Nusra sempat macet akibat teror bom yang terjadi di Surabaya.

Wendy Miharja, Marketing and After Sales Service Director HSC saat dikonfirmasi menyampaikan, penjualan di bulan Mei sempat naik sekitar 55 persen dari bulan April, namun saat terjadi aksi teror bom selama 2 hari, penjualan langsung terjun bebas hingga 20 persen, akhirnya berefek lonjakan rerata di penjualan Mei hingga hari ini tinggal 48 persen saja.

“Terutama penjualan kami melalui pameran di mal, sangat merosot karena teror bom tersebut. Dan pada akhirnya para customer memilih untuk megunjungi showroom kami,” jelas Wendy kepada Lensaindonesia.com, Selasa malam (22/05/2018).

Wendy menambahkan, hal ini tak membuatnya pesimis. Di akhir pekan Mei ini, masih bisa diharapkan ada nilai jual lagi setelah 2 hari usai teror bom situasi pasar kembli normal.

“Omset pameran yang ada di 3 mall seperti Tunjungan Plaza, Royal Paza dan Pakuwon Mall penjualan terjun bebas hingga 20 persen,” tandas Wendy.

Jelang Lebaran tahun ini, Wendy berharap optimis akan ada penjualan lagi. Apalagi HSC di momen Lebaran nanti akan memberikan layanan spesial untuk pengguna mobil Honda saat mudik.

“Kami menambah pos siaga untuk Lebaran tahun ini ada 5 lokasi dibanding tahun sebelumnya hanya 4 lokasi. Pos siaga tersebut saat ini bisa dijumpai di Paiton, Saradan, Tuban dan Bali berikut area sekitar tol Sumo.Sedangkan showroom HSC di kawasan JL.Basuki Rahmat full 24 jam mellui hotline,” pungkas Wendy.@Eld-Licom

 

Baca Juga:  Inilah efek dari kenaikan iuran BPJS di 2020 mendatang