Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Aksi nyata KKPSS santuni yatim dan dhuafa
Komunitas Klaten Perantauan Saling Sapa (KKPSS) menggelar serangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadhan tahun ini. Foto-ist
CSR

Aksi nyata KKPSS santuni yatim dan dhuafa 

LENSAINDONESIA.COM: Komunitas warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang ada di Jawa Timur dikenal bernama Komunitas Klaten Perantauan Saling Sapa (KKPSS) menggelar serangkaian kegiatan sosial di bulan Ramadhan tahun ini.

Gelaran tersebut meliputi berbagi paket takjil hingga buka puasa bersama berikut memberikan santunan kepada anak yatim dan dhuafa, Sabtu (02/06/2018) di gedung Intiland Tower Surabaya.

Ketua KKPSS Jatim, Slamet Riyanto mengatakan, pemberian santunan untuk anak yatim ini sebagai bentuk kepedulian sosial para anggota KKPSS Jatim untuk saling berbagi di bulan penuh berkah.

“Acara ini juga sebagai bagian dari pembelajaran kepada kita untuk melatih kepekaan sosial kita kepada orang-orang sekitar, dan juga hal ini bisa menjadi media untuk menambah semangat dalam bersilaturrahim dengan sesama muslim” , terang Slamet.

Di kesempatan yang sama, penasehat KKPSS Jatim, Edi Priyanto juga menyampaiknan, aksi pembagian paket takjil oleh KKPSS Jatim sudah berlangsung rutin tak hanya setiap bulan Ramadhan saja.

“Islam mengajarkan kepada para umatnya untuk saling membantu sesama saudaranya, terutama membantu yang sedang dalam keadaan kesusahan dan kesempitan hidup. Mereka yang keadaannya demikian itu di antaranya adalah anak- anak yatim piatu dan dhuafa”, ujar Edi.

Edi menambahkan, anak-anak yatim piatu dan dhuafa yang ada di sekitar kita, mayoritas kondisinya kurang baik, sebab tanpa tulang punggung pencari nafkah dan figur orang tua dalam hidupnya. Mereka masih banyak yang tak sanggup menuntut ilmu atau tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Sebab itu, uluran tangan kita sebagai saudaranya tentu sangatlah berarti, tak hanya sekedar simpati saja, namun perlu tindakan nyata dengan memberi bantuan materil berupa bingkisan dan santunan. Kendati bantuan itu belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya, namun setidaknya memberikan semangat hidup bagi mereka, bahwa kita saudara-saudaranya masih mempunyai kepedulian terhadap mereka”, pungkas Edi.@Rel-Licom

Baca Juga:  Rhenald Kasali : "CEO harus paham, disrupsi lebih mudah diatasi ketimbang resesi!"