LENSAINDONESIA.COM: Peringati hari Al Quds, KUMAIL (Komite Umat Islam anti-Amerika dan Israel) menggelar orasi damai di depan Konjen Amerika di Surabaya sebagai bentuk simpati terhadap warga Palestina atas kezaliman zionis Israel, Jumat (08/06/2018).

Orasi damai kali ini melibatkan 1.700 personil yang datang dari 20 kota dan kabupaten di Jatim. Dengan satu suara, yakni menolak permindahan ibu kota Al Quds.

Muadz, Humas KUMAIL mengatakan, dengan adanya aksi ini diharapkan pemerintah Indonesia lebih aktif menunjukkan perantauan dengan rakyat Palestina.

“Laporan terakhir di jalur Gaza mencatat sedikitnya 120 korban jiwa dan ribuan orang terluka akibat terjangan timah panas militer rezim Zionis. Hal ini terjadi sejak protes Great March of Return pada 30 Maret lalu. Untuk itu, kami menghimbau kepada dewan keamanan PBB bersama negara-negara OKI agar menindak tegas aksi Zionis yang tak berperikemanusiaan ini,,” tandas Muadz.

Ia menambahkan, bentuk kepedulian inilah yang layak sebagai niatan jihad sebenarnya. Sebab justru Israel merupakan gembong teroris yang menggunakan kedok Islam.

“Kami mengutuk Israel berpraktik state teroris (terorisme negara-negara) kepada warga Palestina. Hal ini dilakukan dengan cara membunuh, menangkap, mencaplok tanah dan ladang mereka sebagai mata pencaharian,” tegas Muadz.@Eld-Licom