Trending News

17 Aug 2019
PTPN X terapkan program T-200 di 10 pabrik gula
PTPTN X terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui program T-200.Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

PTPN X terapkan program T-200 di 10 pabrik gula 

LENSAINDONESIA. COM: PTPN X terus berupaya meningkatkan produktivitas melalui program T-200 sebagai program penerapan demoplot guna mencapai produksi tebu 200 Ton/Ha.

Saat Masa Tanam 2017/2018, program T-200 diterapkan di 24 kebun tersebar di 10 pabrik gula PTPN X, dengan total luasan 209,675 Ha. Program T-200 ini dilatarbelakangi keterbatasan lahan pengembangan sehingga intensifikasi budidaya tebu mutlak dilakukan.

Melalui program T-200 ini sasaran utama yang akan kami capai adalah terwujudnya regrouping areal, penerapan teknologi mekanisasi, dan tentu saja pencapaian produktivitas tebu 200 Ton/Ha dalam kurun waktu tiga tahun, ujar Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X dalam keterangan resminya, Minggu (25/06/2018).

Adanya regrouping areal, lanjut Dwi, pengelolaan kebun bakal lebih intensif dan terkontrol, sehingga produktivitas kebun bisa optimal. Kemudian untuk teknologi mekanisasi, PTPN X sudah menerapkan mekanisasi untuk pengelolaan kebun, mulai dari pembukaan lahan hingga tebang muat.

Pada program ini, PTPN X selalu konsen pada tiga hal saat tanam, penerapan regrouping, dan pengelolaan sistem air yang baik. Ketiga hal ini mendorong keberhasilan program T-200 PTPN X. Hal ini ditandai dengan tebang perdana di Kebun Kendal, PG Watoetoelis, Sidoarjo pada Sabtu (23/06).

“Hasil analisa pendahuluan pada tebu dengan varietas BL (Bululawang) di Kebun Kendal berpotensi rendemen tinggi dengan angka Brix rata-rata sebesar 18,62%. Sedangkan untuk produktivitas Kebun Kendal mencapai 180 Ton/H, ” tandasnya.

Ke depannya, program T-200 bakal terus dikembangkan PTPN X menuju program P10H.
Program tersebut menjadi upaya untuk mencapai hablur minimal 10 Ton/Ha.

Guna menyukseskannya, PTPN X akan fokus menata pola tanam, pemilihan varietas unggul, pengaplikasian pupuk efektif, hingga pengelolaan tata air. Selain itu, manajemen tebang angkut juga akan ditingkatkan agar mampu memenuhi standar MBS (Manis, Bersih, dan Segar).

“Kami harap adanya program P10H bisa meningkatkan gairah petani untuk menanam tebu secara intensif, sebab terjaminnya peningkatan produktivitas kebun dan kesejahteraan petani tebu,” tutur Dwi.

Di kesempatan yang sama, juga dilakukan tanam perdana di Kebun TR Kalimati, PG Kremboong, Sidoarjo. Varietas tebu dengan menanamPS 862 sejumlah 4 Ha dan PS 881 Ha sebanyak 4,6 Ha.@Rel-Licom

Related posts