Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Jelang perhelatan Pemilihan Gubernur Jawa Timur 27 Juni 2018 mendatang, dinamika politik sedikit memanas. Hal ini dipicu surat edaran Partai Demokrat berisi ajakan kepada masyarakat untuk memilih pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak beberapa jam sebelum masa kampanye berakhir.

Polemik makin panas setelah esok harinya munculnya surat kesepakatan antara Ketua Partai Demokrat Jatim Soekarwo dengan Para Kiai bahwa dalam Pilgub Jawa Timur ini. Dalam kesepakatan itu, terulis Pakde Karwo-sapaan akrab Soekarwo-wajib mempersiapkan dan memenangkan Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Gubernur pengganti Pakde Karwo sebagai gubernur Jatim.

Menanggapi dimamika tersebut, salah satu orang terdekat Pakde Karwo, Rangga Bisma Aditya memaparkan fakta baru.

“Gubernur Jawa Timur dalam hal ini Pakde Karwo memilih netral. Beliau sangat mengutamakan komitmen untuk menjaga keharmonisan Jawa Timur dari pada harus ikut berkontekstasi dalam pilkada meski beliau juga sebagai ketua Partai Demokrat. Hal tersebut beliau buktikan dengan tidak menjadi jurkam dalam berbagai kesempatan kampanye Pilgub Jatim,” jelas Rangga.

“Namun sebenarnya jika memahami seorang Pakde Karwo yang juga Mantan Ketua Pusat Alumni GMNI, Pakde Karwo lebih condong memilih untuk menghormati komitmen bersama. Beliau tidak menjadi jurkam karena beliau masih memiliki janji kepada kiai se-Jawa Timur untuk mempersiapkan dan memenangkan Saifullah Yusuf sebagai Gubernur Jawa Timur penggantinya,” imbuh ketua Korda GMNI Jawa Timur 2011-2013 ini.

“Selain itu saya meyakini kedekatan dan kebersamaan Pakde Karwo dengan Gus Ipul selama 10 tahun terakhir menjadi salah satu kunci bahwa Pakde Karwo lebih menginginkan Gus Ipul untuk memimpin Jawa Timur kedepan dibanding dengan khofifah yang sudah dua kali menjadi lawan Pakde Karwo dalam Pilkada. Terlebih lagi mulai hari ini Pakde  dan Gus Ipul berkantor di Gubernuran lagi,” jelas Rangga yang pernah dilantik oleh Pakde Karwo sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Provinsi.

Pilgub Jatim tinggal 27 Juni 2018 tinggal beberapa hari lagi. Tahapan Pilgub sudah memasuki minggu tenang. Tinggal saatnya masyarakat memilih Paslon 1 yang didukung partai dengan 48 kursi DPRD Jatim, atau Paslon 2 yang didukung partai dengan 52 kursi DPRD Jatim ini.@sarifa