Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE UTAMA

VIDEO: Ketahuan kampanye di hari tenang, anggota DPRD Surabaya ini malah ‘lecehkan’ Panwas 

LENSAINDONESIA.COM: Di masa hari tenang Pilgub Jatim 2018, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kenjeran mendapati anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP, Baktiono melakukan kampanye untuk salah satu pasangan calon gubernur-cawagub.

Kampanye yang dikemas dalam acara halal bihalal bersama 100 orang warga ini berlangsung di Gang Matahari, Kalilom Lor Indah, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Minggu malam (24/06/2018).

Rama, Devisi Penertiban Panwascam mengatakan, pihaknya menerima acara halal bihalal ini yang dihadiri anggota DPRD Surabaya Fraksi PDIP sekitar pukul 19.00 WIB. Untuk memastikan apakah kegiatan tidak ada unsur kampanye, Rama yang datang ke lokasi bersama ketua dan seluruh anggota Panwascam Kenjeran sempat memantau dari jauh.

Pihaknya baru bertindak meminta kegiatan dihentikan setelah mengetahui saat pembacaan shalawat para peserta diajak mengacungkan dua jari sebagai simbol dukungan kepada salah satu pasangan cagub-cawagub.

“Setalah melakukan pengawasan dari jauh, kami langsung mendatangi tempat kegiatan itu. Kami meminta (halal bihalal) dihentikan karena peserta diajak mengacungkan dua jari oleh Pak Baktiono. Memang kami tidak menemukan atribut kampanye berupa baliho atau spanduk di lokasi, tetapi dugaan kami bahwa kegiatan tersebut menjurus ke arah kampanye sudah cukup kuat sebab kami merekamnya,” kata Rama kepada lensaindonesia.com, Senin malam (25/06/2018).

Rama juga mengungkapkan, meski pihaknya mencoba menghentikan kegiatan, namun peringatakanya diabaikan. Bahkan Baktiono malah mengejek dengan mengacung-acungkan dua jari ke arah kamera anggota Panwascam yang merekam. “Mereka tidak mau dibubarkan, acara terus berlangsung sampai selesai sekitar pukul 20.00 WIB,” katanya.

“Yang kami sesalkan adalah sikap Pak Baktiono. Bukanya menghiraukan imbauan kami. Tapi kami malah diejek. Dia malah mangacung-acungkan dua jari ke arah kamera,” tambah Rama.

Baca Juga:  Polisi tangkap bapak dan anak pelaku pembuang bayi yang ditemukan tewas dalam plastik

Selain mengejek, Baktiono juga menyampaikan kata-kata yang kurang pantas kepada para anggota Panwascam Kenjeran. “Kami dibilang panwas anyaran (baru). Panwas anyaran gak gelem diajak foto,” kata Rama menirukan ucapan Baktiono.

Memang, lanjut Rama, saat itu pihaknya menolak diajak foto bersama dengan peserta halal bihalal.

Sementara itu, Katua Panwascam Kenjeran Lilis Pratiwining Setyarini menyampaikan pihaknya merasa terlecehkan dengan sikap Baktiono. “Ya menurut kami itu seperti melecehkan. Kita bilang panwas anyaran dan diejek dengan acungan dua jari saat kami mencoba menghentikan halal bihalal yang menjurus kampanye itu,” ujarnya.

Menurut Lilis, pihanya telah melaporkan masalah ini kepada Panwaslu Kota Surabaya untuk ditindaklanjuti.

“Kita sudah laporkan ke Panwaslu. Bukti-bukti juga kita serahkan,” pungkasnya.@LI-13