Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Batal transaksi di Surabaya dan Sidoarjo, bandar narkoba jaringan Lapas disergap di Jombang
Kapolsek Wonokromo Kompol Gede Suartika menunjukkan tersangka bandar narkoba dan barang buktinya (rofik)
HEADLINE

Batal transaksi di Surabaya dan Sidoarjo, bandar narkoba jaringan Lapas disergap di Jombang 

LENSAINDONESIA.COM: Dedy Christanto (32) warga Jl Bali VI/ 84-B Madiun, yang masuk TO polisi karena diduga kuat jadi bandar narkoba jaringan Lapas, dibekuk Unit Reskrim Polsek Winokromo di Jl Mojowarno, Jombang, Minggu (1/7/2018).

Petugas yang mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar di kawasan Bundaran waru, langsung melakukan pengintaian yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Iptu Risty Tanto.

Kapolsek Wonokromo Kompol Gede Suartika menjelaskan, saat petugas melakukan penghadangan di lokasi yang dimaksud, ternyata bandar narkoba ini cukup licin dengan mengubah lokasi transaksi ke kawasan Balong Bendo, Sidoarjo. “Anggota langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka di tempat transaksi yang sudah ditentukan. Namun lagi-lagi tersangka sudah bergerak ke arah Mojokerto,” terangnya.

Tidak ingin buruannya lepas, petugas Reskrim Polsek Wonokromo melakukan pengejaran dan mendapati tersangka di Jl Mojowarno, Jombang dan langsung dilakukan penangkapan. “Dalam penyergapan dan penggeledahan, kami menemukan barang bukti sabu 200 gram dan 100 butir ekstasi alias ineks. Dalam pemeriksaan awal, diketahui bila tersangka ini merupakan bandar jaringan Lapas di Jawa Timur, dan pernah menyelundupkan narkoba ke Lapas Madiun,” tambah Kompol Gede.

Saat ini tersangka masih terus diperiksa untuk diperdalam keterangannya guna membongkar jaringan narkoba di atasnya. “Penyidik masih memeriksanya. Mudah-mudahan ada petunjuk untuk membongkar jaringan narkoba di atasnya,” pungkas Kompol Gede.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukuman pidana minimal 20 tahun penjara. @rofik

Baca Juga:  Bos Plaza Marina 'petingkrangan' saat sidang dugaan penipuan emas, praktisi hukum: Tidak sopan itu