Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menemui Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera, Senin (2/7/2018). Dirinya melaporkan sejumlah hal termasuk insiden penodongan senjata api yang dialami tim suksesnya.

Penodongan senjata api terhadap tim suksesnya oleh sejumlah orang tak dikenal ketika membawa uang konsumsi untuk saksi pilkada pada Kamis (21/6/2018) lalu. Sudirman mengaku tim di lapangan agak terganggu secara psikologis. Padahal uang tersebut dinilainya uang sederhana untuk konsumsi para saksi.

“Uang yang dihimpun secara susah payah masih diganggu. Kami tidak menyimpulkan tentang siapapun, tapi yang jelas, kami mengalami dan itu berakibat terhadap tidak maksimalnya saksi,” tegasnya di MD Building, Jakarta Selatan Senin (2/7/2018).

Mantan Menteri ESDM itu juga menyampaikan DPT bermasalah dan itu sudah dilaporkan. Namun belum terasa ada tindakan yang memadai. Kehadiran Menteri Dalam Negeri ke Semarang saat pilkada berlangsung terus ia kaji.

“Lebih ke sistem ke depan. Kalau hasil apapun akan kami terima dengan baik,” ujar Sudirman.

Meski begitu, pria yang berpasangan dengan Ida Fauziyah itu menghormati proses yang sudah selesai. Apapun nanti yang diputuskan oleh penyelenggara pemilu ia mengaku akan menerima.

“Karena memang belum selesai perhitungan, yang ada baru versi lembaga survei perhitungan cepat. Metode sampling juga. Tidak ada kata-kata kami belum menerima (hasil putusan). KPU Jawa Tengah belum selesai melakukan perhitungan. Kita ikuti proses saja,” ungkap Sudirman.

Tetapi apabila ada catatan akan, kata dia, dirinya dan tim advokasi akan memberi catatan-catatan.

“Bila tim advokasi harus melakukan pengaduan atau gugatan akan kami simpulkan semuanya. Tim advokasi masih mengkaji dan menimbang. Sekali lagi kami menunggu hasil dari temuan tim advokasi. Soal pelanggaran, kami belum bisa menyimpulkan itu sebagai pelanggaran secara hukum. Beberapa pengalaman memang menarik dan pada waktunya akan kami beri tahukan,” ungkapnya.@licom