Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polsek Mulyorejo janji secepatnya bereskan berkas tersangka Bos Nexcom
Robi Soegiarto dan Andi Pratomo Sutikno, didampingi kuasa hukumnya
HEADLINE

Polsek Mulyorejo janji secepatnya bereskan berkas tersangka Bos Nexcom 

LENSAINDONESIA.COM: Berkas Bos Nexcom, Andi Pratomo Sutikno (36) dan Roby Soegiarto, tersangka penganiayaan terhadap Kevin Tanjaya (Bos Kafe Holywings), yang sudah mengendap beberapa bulan, akhirnya segera mendapat kejelasan. Penyidik Polsek Mulyorejo janji merampungkan dalam waktu dekat.

Hal tersebut diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Iptu Budijanto, saat dikonfirmasi melalui ponselnya. Dia berjanji akan memeriksa saksi (terpidana) karyawan Kafe Holywings yang mendekam di Blok J Rutan kelas I, Surabaya, Medaeng, Sidoarjo, setelah bebas 8 Juli 2018 nanti. “Ya akan berkoordinasi dengan penyidik secepatnya,” ucapnya singkat.

Penanganan kasus ini sempat berjalan ‘seadanya’. Pasca dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Surabaya dan Jaksa Penyidik menyatakan berkas belum sempurna (P19), penyidik Polsek Mulyorejo terkesan mengabaikan dengan dalih belum mendapat surat izin pemeriksaan dari Kanwil Kemenkumham Jatim.

“Kami belum mendapat surat izin dari Kanwil Kemenkumham untuk memeriksa saksi yang sekarang di Rutan Medaeng,” ungkap Iptu Budijanto sebelumnya.

Sementara, Jaksa Darwis dari Kejari Surabaya menilai kinerja penyidik Polsek Mulyorejo sangat lamban dan terkesan tidak serius. “Sebenarnya mudah. Penyidik tinggal koordinasi, selesai,” sindirnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Bos Nexcom, Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto, resmi jadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Bos Kafe Holywings, Kevin Tanjaya.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Mulyorejo terkait aksi pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Kevin Tanjaya, saat menghabiskan malam tahun baru.

Namun keduanya dapat ‘perlakuan istimewa’ dari penyidik Polsek Mulyorejo. Meskipun dilaporkan melakukan pengeroyokan sesuai pasal 170 KUHP dan penganiayaan berat seperti yang dimaksud dalam pasal 351 ayat 2, tapi cuma 1 pasal saja yang dikenakan. “Kami jerat keduanya dengan pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan, yang mengakibatkan luka berat,” jelas Iptu Budijanto saat itu, tanpa menjelaskan kenapa tak menerapkan pasal 170 KUHP saat itu.

Perlu diketahui, kasus bermula saat pesta malam pergantian tahun baru 2018 di Kafe Holywings. Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto datang ke tempat hiburan di Jl Kertajaya Indah Blok S/201 tersebut.

Menurut keterangan sejumlah saksi, saat itu muncul keributan yang dipicu adanya senggolan kelompok Bos Nexcom ini dengan pengunjung Yudian Lukman yang membawa cewek cantik bersamanya.

Pemilik Kafe Holywings Kevin Tanjaya yang saat itu melihat keributan mencoba melerai, namun menjadi sasaran bogem amukan Andi dan Roby. Saat itu sejumlah saksi dan rekaman CCTV menyebut Andi sempat mengeluarkan pistol namun terjatuh dan disembunyikan waiter ke lipatan sofa pengunjung.

Tidak terima bosnya dihajar pengunjung, pegawai Kafe Holywings yakni Mohamad Holilur Rohim, Rendy Fitra Rahmadan, Ishaq Baihaqi, Danang Pramana Putra, Muklis (buronan) kemudian mengeroyok Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto, hingga berdarah-darah.

Para karyawan Kafe Holywings in kemudian dijadikan tersangka atas lapran Bos Nexcom Andi Pratomo Sutikno dan Roby Soegiarto, dan kasus ini sudah divonis dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Akibatnya, para karyawan Kafe Holywings ini menjalani hukuman penjara di Lapas Medaeng dengan vonis bervariasi antara 4-8 bulan. Tiga karyawan dikabarkan bakal keluar pada 8 Juli 2018 ini.

Anehnya, meskipun dua berkas ini melaporkan kejadian dalam waktu yang sama, tapi penanganan terhadap kasus tersangka Bos Nexcom terkesan berjalan lambat. @rofik