LENSAINDONESIA.COM: Film bertitel “AIB” yang diproduksi oleh Surya Films mengusung misi untuk penghentian bully lewat beberapa sosial media melalui #CyberBully.

Sebab di media sosial berikut dunia nyata kondisinya sudah meresahkan, hal ini semakin membahayakan.

“Situasinya sudah memprihatinkan. Bahkan, sudah beberapa kali korban jiwa terjadi,” ungkap Retno Listyarti, mewakili Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sementara itu, Amar Mukhi, Sutradara dan Produser film AIB juga sepakat dengan KPAI, pihaknya ingin filmnya bisa menjadi bagian kampanye nasional #stopbullying atau hentikan pembulian.

“Efeknya, menimbulkan korban jiwa beberapa kali sudah terjadi. Baik dalambentuk bullying seperti intimidasi, tindak kekerasan verbal di dunia nyata maupun maya (media sosial), ancaman, paksaan hingga teror. Melalui film AIB #CyberBully, Surya Films memperlihatkan, karma atau balasan dari perbuatan bullying, cepat atau lambat akan menimpa, ” papar Amar.

Amar menambahkan, Surya Films juga merilis original soundtrack (OST) film AIB #CyberBully yang dibawakan Young Lex. Judul lagu Jangan Dianggap Remeh begitu kuat menyampaikan pesan film melalui lirik-lirik yang ditulis Young Lex.

“Penggalan lirik lagu ‘Selalu dianggap remeh, Selalu dianggap sepele. Lo Bikin Gue Sakit, Lo Biarin Gue Sendiri. Semua Terasa Enggak Adil’, benar-benar mewakili suara hati korban bullying. Lirik-lirik lagu ‘Jangan Dianggap Remeh‘ juga memperlihatkan betapa korban bullying terteror dan menderita secara mental,” papar Amar.

Soundtrack film AIB #Cyberbully ini diciptakan sesuai pengalaman yang ada. Sebab tidak mudah menghadapi tekanan psikologis dan lepas dari trauma, dari pembullyian di dunia nyata maupun media sosial.

Jika gagal melepas tekanan mental, trauma dan gagal bangkit, tak hanya rasa malu, tapi bisa berakibat lebih dramatis: bunuh diri!
Film AIB #CyberBully persis menuturkan problematika seperti tertulis dalam lirik-lirik lagu karya Young Lex.@Rel-Licom