LENSAINDONESIA.COM: Ditetapkan sebagai DPO dalam kasus peredaran Narkoba, terdakwa Michael Purnomo Bastian yang akhirnya ditangkap petugas sat Reskoba Polrestyabes Surabaya, akhirnya menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya dengan agenda dakwaan dan keterangan saksi (penangkap).

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan menjelaskan, terdakwa ditangkap di Jl Adityawarman depan Mall Sutos, Senin (16/4/2018) lalu. “Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu 0,48 gram di saku celananya yang disimpan dalam amplop coklat,” terangnya, Senin (9/7/2018).

“Selain sabu, juga diamankan timbangan elektrik. Terdakwa dengan tanpa izin menguasai dan melakukan peredaran gelap Narkoba, sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” tambah Jaksa Suparlan.

Menanggapi dakwaan yang dibacakan Jaksa Suparlan, terdakwa dengan santai mengakuinya. “Iya pak hakim, saya mengerti,” timpalnya.

Saat petugas penangkap dihadirkan untuk memberi kesaksian, anggota Sat Reskoba Polrestabes Surabaya Heru Purnomo mengatakan, bahwa terdakwa merupakan Target Operasi (TO) dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Terdakwa merupakan TO. Setahun lalu kami menangkap rekannya yang menyebut dirinya sebagai penyuplai narkoba. Namun saat kami lakukan penggerebekan di rumahnya di Malang, dia sudah kabur ke Lumajang,” terangnya.

Disinggung penangkapan terhadap Michael Purnomo Bastian, saksi menyatakan polisi mengetahui keberadaan terdakwa setelah menangkap Miki Puspitasri (berkas terpisah). “Saat berada di Jl Adityawarman, kami tangkap dan ditemukan barang bukti sabu 0,48 gram. Dalam pemeriksaan dia mengaku membeli sabu dari Liong (DPO) seberat 1 gram, lalu dipecah untuk dijual lagi,” pungkasnya.

Mendengar keterangan saksi polisi, terdakwa mengaku dirinya tidak tahu kalau masuk DPO dalam kasus jual beli sabu. “Saya tidak pernah menjual lagi, tapi narkoba dipakai bareng-bareng sama teman. Kalau timbangan elektrik yang disita itu sudah gak fungsi alias mati,” kelitnya. @rofik