Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dibantah, kabar operasi yustisi di Asrama Papua Surabaya langgar HAM
Mediasi dengan perwakilan organisasi watga Papua di kantor kecamatan wilayah kejadian di Surabaya. @foto:dok. pendam
NEWS

Dibantah, kabar operasi yustisi di Asrama Papua Surabaya langgar HAM 

LENSAINDONESIA.COM: Pasca kejadian operasi yustisi di asrama Papua Jalan Kalasan, Surabaya beberapa waktu lalu, memantik respon serius dari beberapa organisasi Papua di Surabaya.

Melalui mediasi yang berlangsung di kantor Kecamatan Tambaksari Surabaya, Rabu, 11 Juli 2018, Petrus Gombo membantah kabar adanya pelanggaran HAM yang dilakukan aparat ketika menggelar operasi yustisi di asrama Papua itu.

“Kabar itu tidak benar. Saya yakin tidak ada satu pun mahasiswa di asrama itu yang mengalami kekerasan, apalagi pelanggaran HAM,” tegas Gombo sebagaimana rilis pendam V Brawijaya yang diterima LensaIndonesia.com, hari ini (11/7/2018).

Gombo juga disebut menambahkan, pasca kerusuhan yang terjadi di asrama itu, dirinya juga membantah jika terdapat mahasiswa Papua yang berstatement rasis.

“Kalaupun ada, pasti kita akan tindak dan kita selesaikan dengan cara Papua,” tambah Petrus.

Dalam mediasi yang dihadiri pihak Pemkot, Kodim dan Polrestabes Surabaya, Petrus Gombo juga menyatakan jika dirinya beserta seluruh warga Papua di Surabaya, sangat menjunjung tinggi norma-norma hukum yang berlaku.

“Tidak salah, kegiatan itu (yustisi) dilakukan juga sesuai Permendagri nomor 14 tahun 2015. Dan, saya sangat sepakat akan hal itu,” aku Petrus Gombo. @licom_03