Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pasca Pilgub Jawa Timur 2018, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) telah menegaskan tak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan memilih fokus menyelesaikan jabatannya sebagai Wakil Gubernur Jatim bersama Gubernur Jatim Soekarwo hingga 12 Februari 2019 mendatang.

Disinggung soal karir politik berikutnya, ia mengaku belum memiliki rencana apapun. Termasuk maju sebagai calon legislatif (Caleg) di Pileg 2019.

Meski demikian, Gus Ipul mengaku telah menerima banyak tawaran partai politik.
“Belum terfikir oleh saya untuk nyaleg, ini masih fokus menyelesaikan jabatan wakil gubernur mendampingi Pakde (Soekarwo),” kata Gus Ipul di Surabaya, Kamis (12/07/2018) malam.

Sayangnya, Gus Ipul enggan menyebut partai politik mana saja yang menawarinya. “Pokoknya adalah, tidak etis kalau saya sebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, untuk maju sebagai Caleg, dia mengaku masih perlu untuk berkonsultasi dan meminta masukan dari para ulama dalam menentukan langkah politik.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menutup pendaftaran caleg pada 17 Juli mendatang atau hanya tersisa 5 hari lagi. Artinya, masih ada waktu 5 hari lagi untuk Gus Ipul mendaftar sebagai caleg.

Hasil rekapitulasi suara Pilkada Jatim, pasangan Khofifah Indar Parawansah РEmil Elistianto Dardak unggul dengan perolehan 10.465.218 suara (53,55 persen), sementara pasangan Saifullah Yusuf РPuti Guntur Soekarno memperoleh 9.076.014 suara (46,45 persen).

Total suara yang masuk dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur sebanyak 20.323.259. Dari jumlah itu, suara yang dinyatakan sah sebanyak 19.541.232, sedangkan 782.027 suara dinyatakan tidak sah.

Di Pilkada Jatim, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak di Pilkada Jatim diusung koalisi Partai Demokrat, Golkar, Hanura, PPP, PAN dan NasDem. Sementara pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno diusung koalisi PDIP, PKB, PKS dan Gerindra.@sarifa