Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sindikat narkoba jaringan Lapas divonis 8 tahun penjara
KASUS NARKOTIKA: Lalu Moch Deddy Ady Kurniawan mendengarkan pembacaan vonis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (12/07/2018) FOTO: rofik-licom
HEADLINE JATIM RAYA

Sindikat narkoba jaringan Lapas divonis 8 tahun penjara 

LENSAINDONESIA.COM: Lalu Moch Deddy Ady Kurniawan, sindikat narkoba jaringan antar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) divonis 8 tahun penjara.

Dalam sidang putusan di pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (12/07/2018) majelis hakim yang diketuai Ari Jiwantara menjatuhkan vonis pidana penjara dan denda senilai Rp 1 miliar subsidair hanya 1 bulan penjara.

“Setelah mendengar keterangan saksi-saksi dan Majelis Hakim sepakat terdakwa bersalah melanggar pasal 112 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan menjatuhkan pidana hukuman selama 8 tahun penjara,” terang Ketua majelis Hakim Ari Jiwantara dalam membacakan amar putusan.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya yang menuntutnya 11 tahun penjara dan mendakwa dengan Pasal 114 ayat (2), yang langsung diterima oleh terdakwa.

Mendapat putusan lebih ringan, terdakwa langsung menerimanya.

“Saya menerima Pak Hakim,” ungkap terdakwa Lalu Mochammad Deddy.

Sementara, JPU Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya belum menyatakan sikap dan masih pikir-pikir. “Kami pikir-pikir yang mulia,” ujarnya.

Perlu diketahui, terbongkarnya sindikat Narkoba jaringan Lapas ini, setelah Anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya menemukan kiriman sabu melalui paket J&T Expres di Jl Menanggal, dengan tujuan Jl THG ZainudinAbdul Majid, Selong, Lombok Timur NTB.

Barang bukti sabu seberat 45,47 gram, yang kemudian membungkus kembali paketan tersebut lalu mengirimkannya ke alamat tujuan. Terdakwa yang mengambil paket, dalam perjalanan ke rumahnya langsung disergap petugas yang telah melakukan pengintaian.

Dari penggeledahan petugas menemukan bungkusan yang di dalamnya berisi sabu. Setelah dicek bahwa kiriman tersebut adalah dari Bambang Yudi Sularso alias Mbeng di Surabaya, yang berada di Lapas Porong yang ditujukan kepada Fathul Yasin, Selong, Lombok Timur, NTB.@rofik

Baca Juga:  Jadilah buzzer penyebar informasi positif untuk perdamaian