LENSAINDONESIA.COM: Evita Martha Dewi, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) angkatan 2015 berhasil meraih gelar Juara Utama Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional tahun 2018.

Pilmapres Nasional 2018 diselenggarakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. Puncak acara pengumuman dilaksanakan di Surakarta Rabu lalu (11/7/2018). Pilmapres Nasional 2018 mengusung tema “Sumber daya manusia
yang berdaya saing tinggi serta berkarakter yang siap memasuki era revolusi industri 4.0.”

Agenda Pilmapres Nasional 2018 ini berlangsung selama empat hari, pada 9 – 12 Juli 2018. Para peserta Pilmapres berjuang dalam mempresentasikan dan mempertahankan karya ilmiahnya yang dititikberatkan pada pemanfaatan teknologi informasi maupun pengembangan hasil inovasi yang dapat didiseminasikan secara luas.

Pada tahap awal, Pilmapres diikuti 252 peserta yang berasal dari Perguruan Tinggi se-Indonesia. Terpilihlah 26 finalis yang terdiri 17 mahasiswa berasal dari program Sarjana dan 9 mahasiswa dari program Diploma.

Martha kerap menjuarai kompetisi terkait Esai bidang Ekonomi. Di antaranya, juara pertama dalam ajang The 15th Economix International Paper Competition, Best Delegate President Model United Nations (United Nations Security Council) dan deretan prestasi lainnya baik di tingkat nasional, regional maupun internasional.

Pada ajang Pilmapres Nasional 2018, Martha mengajukan pemikirannya dalam bentuk Karya Ilmiah bertajuk “Strategi Integrasi Lembaga Keuangan untuk Penyaluran Kredit Mikro di Indonesia” yang berkenaan dengan Penyaluran Kredit Mikro/kredit usaha rakyat untuk UMKM.

Ia menilai bahwa penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tengah dijalankan pemerintah kurang efektif karena masih sebatas menyasar usaha menengah saja, sedangkan usaha kecil dan masih belum tersentuh. Faktanya, masih banyak pelaku UMKM
meminjam dana usaha melalui rentenir.

Dalam karya ilmiahnya tersebut, Martha menggambarkan pola integrasi antara lembaga keuangan mikro, bank umum, dan juga perusahaan finansial teknologi. Ia menawarkan sebuah model bernama InBank System yang mengintegrasikan lembaga keuangan
untuk menyalurkan kredit mikro Indonesia. Diharapkan adanya kerjasama untuk bisa mengurangi permasalahan dan biaya lebih efisien serta bisa lebih menyatu dengan UMKM terutama usaha mikro.

Martha menambahkan bahwa selama ini pemerintah mempunyai potensi tetapi cenderung berjalan sendiri-sendiri sementara akan jauh lebih baik jika turut bekerja sama dengan sektor privat. Selain itu, situasi dari keuangan kita saat ini terlalu grand, mereka menganggap solusi untuk masyarakat itu satu tanpa melihat karakteristik dari masyarakat UMKM yang tidak mempunyai rekening, karena bank hanya menyerahkan sepenuhnya ke KUR.

Jadi, pemerintah diharapkan mempunyai rencana program tidak hanya satu melainkan bisa menyesuaikan dari karakteristik masyarakat Indonesia yang heterogen.

Dalam sambutannya, Dr. Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa menyampaikan bahwa, “Mahasiswa harus ditumbuhkembangkan potensinya secara utuh, baik pengetahuan (kognitif), kepribadian (afektif), dan psikomotorik (keterampilan),” katanya.

“Pintar saja tidak cukup tetapi harus memiliki pengalaman kegiatan kemahasiswaan serta membangun kohesi sosial dengan lingkungannya. Kami yakin Mahasiswa Berprestasi akan menjadi pemimpin bangsa di masa depannya,” tambahnya. @licom_03