Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Ini dilema Jokowi kalau pilih Cawapres Mahfud MD atau Tuan Guru Bajang
Mahfud MD dan Tuan Guru Bajang saat dalam pengabadian momen silaturahmi mereka.. @foto:pinterpolitik
HEADLINE UTAMA

Ini dilema Jokowi kalau pilih Cawapres Mahfud MD atau Tuan Guru Bajang 

LENSAINDONESIA.COM: Munculnya nama Mahfud MD dan Zainul Majdi yang populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) untuk disandingkan Jokowi dalam Pilpres 2019, mengundang pro dan kontra. Namun, keduanya dinilai sama-sama mempunyai kekuatan menghapus isu-isu SARA yang selama ini dihantamkan ke Jokowi.

“Kedua tokoh itu sama-sama bisa menjawab isu politik identitas,” kata peneliti Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo kepada LensaIndonesia.com, Sabtu (14/7/2017).

Menurut Karyono, pilihan terhadap Mahfud MD dan TGB sebagai alternatif Cawapres Jokowi cukup tepat jika dikaitkan serangan isu-isu Jokowi dibenturkan dengan Islam seperti kriminalisasi ulama, komunis, dan isu SARA lainnya. Mahfud MD maupun TGB merupakan tokoh berlatar belakang Islam dan punya kompetensi kenegarawanan dan sama-sama
berpengalaman di bidangnya.

Karyono membandingkan kedua tokoh itu dengan nama lain yang juga masuk bursa Cawapres. Contoh, Moeldoko, misalnya. “Seperti halnya Moeldoko, Mahfud MD dan TGB punya peluang dan tantangan, walaupun dalam konteks lain,” ungkap Karyono.

Mahfud dan TGB terkait serangan isu Jokowi, menurut Karyono, meski bisa membentengi, sebaliknya yang kurang mendukung masalah elektoral. Kedua tokoh ini untuk sementara masih lemah. Apalagi, kalau keduanya tidak dapat dukungan dari NU. “Apalagi, Muhaimin Iskandar juga sudah mendeklarasikan sebagai Cawapres Jokowi,” ungkap Karyono.

Peneliti IPI ini mencermati Mahfud MD tidak cukup kuat oposisinya di kalangan NU. Di lain pihak, kata Karyono, beberapa kalangan NU belum setuju Mahfud disandingkan Jokowi. “Ini yang perlu dikaji lebih mendalam,” demikian saran Karyono.

Karyono meyakini, Mahfud maupun TGB akan sama-sama punya nilai plus bagi Jokowi apabila NU, khususnya partai-partai yang konstituennya didominasi Nahdliyin akan setuju dan mendukung penuh jika salah satunya dipilih jadi cawapresnya Jokowi.

Baca Juga:  Para Tokoh punya peran penting untuk menciptakan perdamaian dan cegah penyebaran paham radikal terorisme

“Nah, kedua tokoh ini punya plus minus, masih ada dilema memang,” demikian Karyono mencermati lebih jauh. @licom_09