Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Juara dunia karate gagal daftar polisi, melamar Satpol PP tak ada jawaban
Fauzan saat menjadi juara dunia karate di Ceko
HEADLINE

Juara dunia karate gagal daftar polisi, melamar Satpol PP tak ada jawaban 

LENSAINDONESIA.COM: Fauzan alias Ozan (20), juara dunia karate pada WASO World Championship pada Januari 2018 di Ceko, seperti diacuhkan negara. Bercita-cita jadi tentara namun tak kesampaian, dia mendaftar jadi polisi, tapi gagal juga. Bahkan, atlet asal Kampung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini belum dapat kabar bagus usai mencoba melamar sebagai anggota Satpol PP di Provinsi Kalimantan Selatan.

Perjalanan Ozan dan pelatihnya, Mustafa, berangkat ke Ceko mengikuti WASO World Championship tak mudah. Ia sempat mengalami kesulitan biaya sampai akhirnya bantuan dari sejumlah pihak, termasuk Korda Federasi Karate Tradisional Indonesia Kalimantan Selatan. “Sempat bingung karena kesulitan biaya, padahal harus ngurus visa, tiket pesawat dan keperluan lainnya. Tapi, kemudian kami dibantu beberapa pihak asing, termasuk Ketua Korda Federasi Karate Tradisional Indonesia,” terangnya.

Pihak WASO World Championship juga memberikan bantuan dan kemudahan seperti menyediakan fasilitas tempat istirahat serta kebutuhan sehari-hari selama fauzan dan pelatihnya, Mustafa, mengikuti kejuaraan dunia karate tradisional tersebut. Namun, segala fasilitas itu harus dilunasi setelah kejuaraan selesai. “Setelah pengumuman kejuaraan, kami mengganti uang yang kami pinjam ke pihak WASO,” ujar Ozan.

Fauzan menganggap pemerintah kurang perhatian terhadap para atlet olahraga karate. “Kurang diperhatikan aja sih. Saat itu saya berangkat, nggak mikir pulang. Yang penting berusaha terbaik,” sambungnya.

Di tingkat nasional sendiri, Fauzan pernah meraih medali emas kejuaraan nasional karate di Sumedang pada Agustus 2017. Prestasi inilah yang kemudian mengantarkannya bisa bertanding di kejuaraan dunia di Ceko.

Meskipun punya catatan mentereng sebagai juara dunia karate di WASO World Championship, kini Fauzan cuma bisa menikmati kemenangan dalam senyap dan kembali ke kehidupan nyata, mencari penghidupan.

Baca Juga:  Tanggulangi negatif internet, Kominfo gelar Siberkreasi Netizen Fair 2019

Atlet karate nasional ini menjalani pekerjaaan sebagai karyawan di sebuah toko retail, membantu perekonomian keluarga. Ibunya, Jamariah (56), tetap melanjutkan hidup dari nafkah menjadi tukang pijat. “Ke depannya, saya berharap pemerintah lebih perhatian terhadap para atlet yang telah mengharumkan nama negara. Kenapa atlet-atlet dibedakan dengan atlet lain. Toh smeua berjuang demi nama bangsa dan negara,” pungkasnya. @kompas/LI-15