Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Masuk 7 besar dunia, hampir 3.000 tentara Indonesia beroperasi perdamaian internasional
Penasehat Militer Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Brigadir Jenderal TNI Fulad dan wartawan asing. @foto: istimewa
HEADLINE

Masuk 7 besar dunia, hampir 3.000 tentara Indonesia beroperasi perdamaian internasional 

LENSAINDONESIA.COM:  Tujuan pengiriman Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) adalah dalam rangka turut serta melaksanakan, menjaga ketertiban dunia yang adil dan beradab,

“Seperti halnya ke Minusca (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central Africa Republic) – di Republik Afrika Tengah, dan Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon), serta Lebanon, Monusco (Mission de LOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) – DR. Kongo, Unamid  (United Nations Mission In Darfur). Juga, Sudan dan beberapa negara lainnya yang masih terlibat konflik,” kata Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Brigadir Jenderal TNI Fulad, S.Sos, M.Si menjawab pertanyaan beberapa media asing di New York sebagaiamana siaran pers diterima LensaIndonesia.com, Kamis (18/7/2018).

Menurut Brigjen TNI Fulad, konflik itu bisa terjadi antar negara maupun internal negara karena perbedaan politik antar partai yang berkuasa dengan pemerintah atau lainnya. “Ini semua membutuhkan proses dialog antara pemerintah, rakyat dan pemimpin agar terjadi kesamaan visi,” ucap  Alumni Akademi Militer 1990 ini.

“Dengan adanya pasukan perdamaian yang tentunya juga dari Indonesia, mereka membantu untuk negosiasi atau sebagai penengah. Kalau sudah tercipta ketertiban, maka PBB  tentunya ingin agar kesejahteraan, kemakmuran dan rasa aman bisa terwujud,” ungkapnya.

“Begitu terjadi aman maka kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat berjalan dengan normal termasuk komunikasi antara rakyat, pemimpin dan pemerintah setempat,” tambahnya.

Fulad juga menyampaikan bahwa negara-negara yang mengirimkan Tentara dan Polisi yang tergabung dalam Pasukan PBB adalah untuk membantu menyelesaikan konflik. Indonesia sampai saat ini mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB sejumlah 2.823 prajurit atau nomor 7 (tujuh) terbesar di dunia yang tersebar di beberapa misi di dunia.

Baca Juga:  Ini maksud KPK jelaskan serahkan 'mandat' kepada presiden

Pasukan Garuda TNI yang dikirim ke Misi di DR Kongo, karena Prajurit TNI punya kemampuan melaksanakan pertempuran di hutan, walaupun di sana bukan bertempur, tetapi bagaimana kemampuan beradaptasi di medan tropis, mengingat Kongo dan Indonesia sama-sama negara yang menganut iklim tropis. Sehingga, kemampuan bergerak di hutan adalah prasyarat mutlak prajurit.

Di Misi Unifil Lebanon, sampai saat ini Kontingen Indonesia merupakan Kontingen terbesar dan pemerintah Lebanon sangat mengapresiasi Kontingen  Indonesia karena diterima rakyat Lebanon. “Komunikasi dan interaksi Prajurit TNI dengan warga setempat sangat diterima rakyat Lebanon, termasuk kontingen Negara lain di bawah PBB””.

Di sisi lain, Penasehat Militer Perwakilan Tetap RI untuk PBB ini, mengharapkan agar Indonesia semakin dikenal di dunia,  dan pasukan Indonesia semakin disegani dan dikenal di kancah internasional. “Dengan kita mengirimkan pasukan misi PBB, maka otomatis  kontribusi itu akan dilihat,” katanya.

“Selaku Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia New York, mimpi besar saya adalah misi 4.000 personel bisa tercapai pada tahun 2019. Dengan kita mengirim pasukan yang besar, akan memberikan peluang yang semakin terbuka bagi prajurit-prajurit TNI untuk berkiprah pada perdamaian internasional,” pungkas Fulad. @licom_09

Autentikasi : Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB; Brigadir Jenderal TNI Fulad