Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Ini cara Petrokimia meregenerasi petani muda
Para peserta Jambore Petani Muda II di Gresik mengukuti pembekalan yang digelar mulai 19 hingga 21 Juli 2018. Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

Ini cara Petrokimia meregenerasi petani muda 

LENSAINDONESIA.COM: PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Jambore Petani Muda II di Gresik mulai 19 hingga 21 Juli 2018.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, peserta jambore pada tahun ini terdiri dari 42 pelajar dan 21 guru pendamping (total 63 peserta) dari 21 SMK Pertanian di berbagai daerah.

Direktur Utama PG, Nugroho Christijanto mengatakan, perusahaan berkomitmen dan mempunyai arah kebijakan yang berorientasi pada agroindustri dan pertanian masa depan.

“Keberhasilan sektor agroindustri dan pertanian Indonesia umumnya sangat bergantung pada peran generasi muda Indonesia. Untuk itu, gelaran inilah merupakan bentuk regenerasi,” tandas Nugroho dalam keterangan resminya, Jumat (20/07/2018).

Ia menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, pihaknya kerap mengumpulkan dan menggelar jambore petani muda dengan mengusung tema regenerasi petani.

“Isu ini kami pandang sangat relevan dengan kondisi saat ini dan perlu menjadi perhatian serius oleh seluruh pihak terkait,” ujar Nugroho.

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013, lanjut Nugroho, jumlah rumah tangga petani turun 20% dari 79,5 juta menjadi 63,6 juta, atau turun 15,6 juta rumah tangga. Hal ini kemudian diperparah lagi dengan kondisi bahwa 61% petani Indonesia telah berusia lebih dari 45 tahun.

Penyebab pertanian tak menarik bagi generasi muda diantaranya karena tingkat pendapatan yang rendah. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pendapatan rumah tangga petani hanya Rp14 juta/tahun.

Hal ini diantaranya disebabkan oleh panjangnya rantai tata niaga pertanian, rendahnya tingkat pendidikan, serta faktor usia yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan teknologi pertanian.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk di Indonesia, tidak sekedar memproduksi pupuk saja melainkan mampu memberi solusi kepada sektor pertanian dan agroindustri secara umum,” tutup Nugroho.@Rel-Licom