LENSAINDONESIA.COM: Jaksa Kejari Surabaya, kembali menuntut ringan terdakwa pengedar sabu karena hanya menjeratnya dengan pasal pengguna. Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan yang diwakili Damang Anubowo menuntut Michael Purnomo Bastian pengedar sabu dengan pidana selama 6 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Michael Purnomo Bastian yang sempat ditetapkan DPO oleh Sat Reskoba Polrestabes Surabaya ini dianggap jaksa ‘cuma’ layak diganjar pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika, yakni bersalah menguasai dan menyimpan narkoba golongan 1 tanpa izin. “Menuntut terdakwa Michael Purnomo Bastian selama 6 tahun penjara, denda 800 juta subsider 2 bulan penjara,” ujar Damang Anubowo yang menggantikan Jaksa Suparlan.

Usia mendengarkan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Cokorda langsung membacakan putusan. Dalam amar putusannya hakim sepakat dengan tuntutan jaksa yang hanya menjerat Pasal 112 ayat 1 tentang narkotika. “Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap Michael Purnomo Bastian selama 4 tahun, 6 bulan penjara, ujar hakim Cokorda.

Selain hukuman badan, Michael Purnomo Bastian juga diganjar hukuman denda sebesar Rp 800 juta, subsider 1 bulan kurungan. Selain itu, Hakim Cokorda juga memerintahkan agar terdakwa tetap dalam tahanan.

Dijelaskan dalam dakwaan JPU Suparlan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Michael Purnomo Bastian ditangkap Sat Reskoba Polrestabes Surabaya di Jl Adityawarman depan Mall Sutos, Senin (16/4/2018) lalu.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu 0,48 gram di saku celanya yang disimpan dalam amplop coklat. Selain itu ada juga timbangan elektrik yang biasa digunakan untuk menimbang narkoba.

Penangkapan terhadap Michael Purnomo Bastian merupakan pengembangan dari diringkusnya Miki Puspitasari dan Frans Kusumah. Pada polisi, keduanya mengaku mendapatkan sabu kurang lebih 0,32 gram dari Michael Purnomo Bastian dengan harga Rp 800 ribu.

Petugas Sat Reskoba lalu mencari pengedar narkoba ini dan gagal sehingga menetapkan Michael Purnomo Bastian masuk Daftar Pencarian (DPO) polisi. Setelah beberapa bulan susah payah melacak dan mencari informasi keberadaan Michael Purnomo Bastian, polisi akhirnya berhasil menciduknya saat akan transaksi sabu di Mall Sutos.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) polisi, Michael Purnomo Bastian dijerat pasal berlapis agar bisa dihukum maksimal, yakni Pasal 114 ayat 1 (pengedar) juncto Pasal 112 ayat 1 UU RI no 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Torang Manaek Manullang terdakwa pengedar sabu, Selasa (17/7/2018) mendapat diskon berupa tuntutan dan vonis ringan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irianto dari Kejari Surabaya, cuma menuntutnya dengan pasal pengguna narkoba.

Dalam tuntutan JPU Achmad Irianto disebutkan terdakwa terbukti bersalah melakukan jual beli Narkoba golongan 1 tanpa izin. Namun bukannya mengenakan pasal 114 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang pengedar narkoba yang ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, JPU cuma mengenakan pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 terhadap Torang Manaek Manullang.

Dalam sidang yang singkat, Hakim R Anton menyatakan, terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan vonis ringan. “Setelah mendengar keterangan saksi-saksi, Majelis Hakim sepakat menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujarnya membacakan vonis.

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Jatim, Arie Soeripan Tiawatie, gerah mendengar kabar ini. Dia mengatakan, tuntutan janggal yang dilakukan oknum Jaksa Kejari Surabaya dalam kasus pengedar narkoba ini terindikasi adanya permainan. “Ini patut diduga ada permainan oknum jaksa dan terdakwa,” tegasnya.

Arie menegaskan, oknum Jaksa Kejari Surabaya yang menjerat pengedar narkoba dengan pasal pengguna lalu menuntut ringan, telah melakukan penghianatan dan permainan hukum. “Pemerintah sudah menabuh genderang perang terhadap narkoba, namun oknum tersebut telah melakukan penghianatan dan mempermainkan undang-undang,” tambahnya.

Pihak Granat meminta Aswas Kejati Jatim harus bertindak dengan memeriksa oknum tersebut, karena disinyalir telah memberi kesempatan lebar terhadap pengedar narkoba untuk menghancurkan generasi bangsa. “Saya curiga ada apa dengan oknum tersebut, sehingga dapat dikendalikan pengedar narkoba. Aswas Kejati harus bertindak, agar tidak terjadi hal serupa guna menyelamatkan generasi bangsa,” pungkasnya. @rofik