LENSAINDONESIA.COM: Mengaku jadi korban penodongan, Andik Sugiarto (23) warga Jl Kupang Segunting gang II, Surabaya, ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Polsek Tegalsari.

Awalnya, tersangka mendatangi Polsek Tegalsari pada Jumat (20/7/2018) dan membuat laporan polisi bahwa dirinya menjadi korban penodongan yang dilakukan empat pelaku di Jl Kapuas. Dia mengaku menderita kerugian Rp 10 juta.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Iptu Zainul Abidin menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut, pihaknya membawa tersangka ke lokasi kejadian, guna melakukan olah tempat kejadian perkara. “Saat di lokasi, tersangka mulai memperlihatkan gelagat mencurigakan. Bahkan saksi di sekitar menyatakan tidak ada peristiwa penodongan,” terangnya.

Polisi yg curiga kemudian melakukan intrograsi lebih  intensif, termasuk memeriksa ponsel tersangka. Dari sinilah kasus sebenarnya terkuak karena penyidik Polsek Tegalsari menemukan adanya permainan serta rekap judi online.

“Tersangka ini diminta bosnya untuk mentransfer setoran senilai Rp 10 juta, namun uang tersebut sudah habis digunakan main judi online, sehingga dia membuat laporan fiktif agar tak mengganti rugi,” tambah Iptu Abidin.

“Dalam rekap yang kami temukan di ponselnya, tersangka ketagihan judi online sejak Juli 2018 dan kalah Rp 15 juta lebih. Uang perusahaan dihabiskannya untuk main judi,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 303 KUHP juncto pasal 2 ayat 1 UURI No. 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian dan diancam pidana maksimal 4 tahun penjara.@rofik