Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.  
Awas! Risiko kesehatan nikah usia dini,  organ intim fungsi 100% pasca haid 3-5 tahun
CANTIKA

Awas! Risiko kesehatan nikah usia dini,  organ intim fungsi 100% pasca haid 3-5 tahun 

LENSAINDONESIA.COM: Perkawinan usia anak masih rentan terjadi di beberapa Negara, khususnya negara berkembang dan miskin. Realitas ini harus dihadapi sebagian anak, terutama  anak perempuan yang berpendidikan rendah dan berasal dari keluarga kurang mampu  tinggal di pedesaan atau di daerah tertinggal.

Vice President of Life Operation Division Sequis Eko Sumurat mengatakan, bahwa kita perlu peduli menekan kematian ibu dan anak. Salah satunya dengan menentang perkawinan usia anak, karena anak adalah generasi bangsa. Sehingga, selayaknya mereka mendapatkan hak untuk bertumbuh, hak bermain, rasa aman, pendidikan terbaik, gizi yang layak serta akses pada layanan kesehatan.

Menyambut Hari Anak Nasional tahun 2018, Sequis mengajak masyarakat berperan meningkatkan kesadaran akan bahaya perkawinan usia anak karena anak memiliki hak untuk perlu menyadari bahwa perkawinan usia anak adalah masalah yang sangat serius, karena ada berbagai risiko yang ditimbulkan.

Salah satunya adalah risiko kesehatan terutama pada remaja perempuan jika melakukan hubungan seksual, hamil dan melahirkan. Juga terdapat risiko yang mengintai janin yang dikandung serta anak yang dilahirkan.

Risiko Kehamilan dan Persalinan

Secara anatomi, tubuh remaja perempuan belum siap untuk proses mengandung dan melahirkan. Seseorang yang sudah mengalami pubertas belum dapat disebut dewasa. Karena pubertas menandakan si anak memasuki masa remaja.

Pada masa ini, organ reproduksi mulai bertumbuh dan baru berkembang menuju kedewasaan jadi sebaiknya tidak digunakan untuk melakukan hubungan seksual dan reproduksi ujar dokter Spesialis Kebidanan & Penyakit Kandungan OMNI Hospitals Alam Sutera .

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Head of Health Claim Department Sequis dr. A.P. Hendratno. Menurutnya, masa pubertas pada remaja putri terkait dengan mendapatkan haid dan tidak berhubungan dengan dewasa secara biologis maupun mental.

Baca Juga:  Pesan kerukunan umat beragama dari Surabaya

Organ reproduksi pun bertumbuh tidak persis sama untuk setiap orang, biasanya antara usia 16 -22 tahun. Organ intim berfungsi 100% biasanya ketika mencapai minimal 3-5 tahun pascahaid.

Perkawinan usia anak biasanya tidak didasari oleh pengetahuan reproduksi. Secara anatomi tubuh pun belum siap untuk melakukan hubungan seks dan melahirkan. Pengetahuan dasar kesehatan reproduksi mengandung risiko terkena penyakit menular seksual, penularan infeksi HIV, dan kanker leher rahim.

Hal ini karena organ reproduksi anak perempuan belum siap untuk melakukan hubungan seksual. Ukuran rahim remaja putri pun belum siap untuk kehamilan dan ukuran panggul pun belum siap sepenuhnya untuk persalinan. Sehingga, persalinan pada masa remaja dapat meningkatkan risiko persalinan caesar dan komplikasinya. @licom_03