Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Idul Adha, BAZNAS harapkan ada dua ribu pekurban
DKI

Idul Adha, BAZNAS harapkan ada dua ribu pekurban 

LENSAINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Kampanye Kurban Berdayakan Desa.Ini merupakan layanan untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadahnya pada Idhul Adha 1439 H.

Kampanye dilakukan dengan berjalan kaki dari Kantor Pusat di Kebon Sirih, Jakarta menuju area Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), pada Minggu pagi (29/7/2018).

Ketua Kurban Berdayakan Desa, Baznas, Iman Damara, mengatakan melalui kampanye ini pihaknya ingin mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas. Karena kurban bukan ibadah biasa, namun dapat membangkitkan kesejahteraan ekonomi umat, utamanya masyarakat desa.

“Melalui Kurban Berdayakan Desa, ibadah kurban dapat memberdayakan peternak desa karena hewan kurban dibeli dari peternak desa. Selain itu, daging hewan kurban disembelih dan dibagikan di desa untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat desa,” kata Iman kepada Lensaindonesia.com disela-sela acara di CFD, Jakarta, Minggu (29/7/2018).

Menurutnya, ibadah masyarakat melalui Kurban Berdayakan Desa akan memindahkan devisa dari kota ke desa. Sebab biasanya dalam aktivitas kurban setiap tahun, perputaran uang akan banyak terjadi di kota-kota karena aktivitas kurban mulai dari transaksi pembelian hingga pembagian banyak terjadi di kota. Sementara, peternak kambing yang memasok hewan peliharaannya ke kota melalui para pedagang besar hanya memiliki sedikit keuntungan dari penjualan kambing.

Program khusus Kurban Berdayakan Desa ini telah dilaksanakan sejak 2017. Tahun lalu program Kurban Berdayakan Desa dilaksanakan di 20 provinsi dengan menyembelih 500 ekor kambing.

“Tahun ini, panitia menargetkan akan ada 2.000 orang pekurban yang menitipkan hewan kurbannya pada Baznas dan akan disebar ke 24 provinsi,” katanya.

Iman mengungkapkan, program ini juga melibatkan “Balai Ternak Baznas” yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:  Gandeng milenial, BPDP KS gelar Surabaya Amazing Race Sawit Hunt 2019

Balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

“Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform. Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas yang tersebar di berbagai lokasi,” tutur Iman. @Rudi