Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Facebook dan Instagram luncurkan alat pengatur waktu bermedsos
Fitur baru di Instagram dan Facebok untuk membatasi penggunanya agar tidak terlalu sering membuka aplikasi ini.
HEADLINE

Facebook dan Instagram luncurkan alat pengatur waktu bermedsos 

LENSAINDONESIA.COM: Dua aplikasi media sosial populer, Facebook dan Instagram meluncurkan tool untuk membatasi berapa lama user mengakses platform ini. Alat ini diluncurkan setelah adanya penelitian bahwa akses media sosial terlalu lama berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.

Perangkat ini disebut sebagai activity dashboard yaitu sebuah perangkat pengingat harian dan cara baru untuk membatasi notifikasi. Alat ini dikembangkan lewat kolaborasi bersama pakar, organisasi kesehatan mental, para akademisi, disertai riset mendalam serta usulan dari pengguna aplikasi ini.

“Kami ingin waktu yang Anda habiskan di Instagram menjadi waktu yang positif dan menginspirasi. Kami berharap perangkat ini dapat memberi Anda kontrol terhadap waktu yang ingin Anda habiskan di platform kami, serta mendukung percakapan antara orang tua dan anak-anak tentang kebiasaan bersosial media yang tepat untuk mereka,” kata Ameet Ranadive, Product Management Director Instagram dalam siaran persnya, Rabu (1/8/2018).

Untuk mengakses perangkat ini, kunjungi laman Settings di aplikasi Instagram. Ketuk pilihan “Your Activity”, kemudian pilih “Your Time on Facebook”. Di paling atas, Anda akan melihat dashboard berisikan waktu rata-rata Anda di aplikasi. Di bawah dashboard, Anda bisa mengatur pengingat harian untuk mengingatkan Anda jika sudah mencapai waktu yang Anda alokasikan untuk menggunakan Instagram di hari tersebut. Anda bisa mengubah atau mengganti pengingat ini kapan saja. Anda juga bisa mengetuk “Notification Settings” untuk bisa dengan cepat mengakses pilihan “Mute Push Notifications” untuk membatasi notifikasi dari Instagram pada saat-saat di mana Anda tidak ingin diganggu.

Sebelumnya, pada tahun 2017 Facebook merilis adanya efek negatif terhadap penggunaan media sosial yang berlebihan. Dalam satu penelitian, mahasiswa dari Universitas Michigan, yang secara acak dipilih untuk mengakses Facebook selama 10 menit saja. Hasilnya mahasiswa itu menyatakan mengalami “perasaan buruk” sepanjang hari dibandingkan mereka yang mengakses platform ini lebih lama.

Baca Juga:  Begini impian Presiden Jokowi jadikan Kabupaten Penajam dan Kutai Kartanegara gantikan Ibukota DKI Jakarta

Penelitian dari UC San Diego dan Yale juga menunjukkan orang yang mengakses media sosial hanya empat kali sehari “dilaporkan mengalami mental yang memburuk dibandingkan rata-rata lainnya.” showed people who clicked on four times as many links or liked twice as many posts “reported worse mental health than average”.