Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pembahasan Cawapres Prabowo Subianto masih alot, PKS ngotot pegang hasil ijtima ulama
Prabowo Subianto diusung PAN, PKS, Demokrat dan Gerindra sebagai capres di Pilpres 2019.
HEADLINE

Pembahasan Cawapres Prabowo Subianto masih alot, PKS ngotot pegang hasil ijtima ulama 

LENSAINDONESIA.COM : Koalisi empat partai pengusung Prabowo Subianto masih belum menemui kata sepakat terkait siapa yang bakal mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019. Sejauh ini sudah ada tiga partai yang bulat mengusung Prabowo yaitu Gerindra, PKS dan Demokrat. Sedangkan PAN masih belum menentukan sikap meski hadir dalam rapat koalisi di rumah Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Rabu (1/8/2018).

Sekjen PD Hinca Pandjaitan mengatakan, pertemuan 4 sekjen partai ini tak ada bahasan soal cawapres melainkan membicarakan hal teknis seperti administrasi pendaftaran capres dan sebagainya. Hasil pertemuan ini akan disampaikan kepada masing-masing ketua umum. “Tapi, belum bicara siapa cawapres karena kewenangan ketum untuk disampaikan ke majelis tinggi atau apa pun namanya di masing-masing parpol,” kata Hinca di rumah Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Jalan Kemang V, Jakarta Selatan.

Tapi Hinca menyatakan ada 3 kandidat terkuat untuk menjadi cawapres Prabowo. Mereka adalah Salim Segaf Al-Jufri dari PKS, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kader PD, dan Ustaz Abdul Somad Batubara. Tetapi kata Hinca, masalah cawapres diserahkan kepada capres Prabowo Subianto. “Kita serahkan penuh kepada capres,” tegas Hinca.

Adapun Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Mustafa Kamal menegaskan bahwa PKS kukuh memegang rekomendasi Ijtima’ Ulama terkait nama cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto. Ijtima merekomendasikan nama Ustadz Abdul Somad Batubara dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie sebagai cawapres.

“PKS kawal terus hasil rekomendasi Ijtima Ulama. Aspirasi umat dan ulama akan menjadi pegangan PKS dalam mengusung Capres dan Cawapres,” ujarnya.

Mustafa Kamal menyatakan bahwa PKS tidak membuat opsi lain selain opsi yang sudah jadi rekomendasi Ijtima’ Ulama.

“Pilihan cawapres apakah nanti jatuh ke Habib Salim ataukah ke Ustadz Abdul Somad, bagi bangsa Indonesia, keduanya sama-sama baik. Keduanya adalah pilihan dan kebanggaan umat dan ulama. Patut sama-sama kita perjuangkan. Tentu kita akan teruskan dalam pembahasan di Majelis Syuro,” ungkap anggota DPR RI asal Sumatera Selatan I tersebut.

Baca Juga:  Silaturahmi akhir jabatan, Jokowi sampaikan terima kasih pada JK dan Kabinet Kerja

Adapun PAN enggan bersikap tegas perihal siapa yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Alasannya, partai ini masih ingin mengusung nama Ketum Zulkifli Hasan sebagai capres sebagaimana amanat rakernas di Bandung beberapa waktu lalu. PAN masih akan menggelar rakernas lagi pada 6-7 Agustus 2018.

Tapi Eddy menjelaskan kader PAN memang lebih ingin berkoalisi dengan Prabowo Subianto.

“Ikatan emosional kita untuk menjajaki koalisi karena ada kesamaan visi, pandangan, mengenai hal yang sifatnya umum terkait negara dan bangsa. Jadi ini sudah jadi satu modal untuk melakukan diskusi dan komunikasi selanjutnya,” kata Eddy. @licom