LENSAINDONESIA.COM: Kondisi air Kali Bekasi saat ini memprihatinkan berwarna hitam pekat dan berbau lantaran tercemar limbah berbahaya yang menyebabkan PT.PDAM Tirta Patriot (TP) pun tak mampu mengurainya. Akibatnya, PT. PDAM TP sempat menghentikan pasokan air bersih ke pelanggannya sejak beberapa hari lalu.

Masyarakat Bekasi terutama di wilayah Bekasi Utara, Bekasi Barat, Wisma Asri dan Harapan Baru sebanyak 51 ribu pelanggan kebingungan akibat terhentinya air bersih dari PT. PDAM TP.

Humas PT PDAM Tirta Patriot, Uci Indrawijaya mengaku pihaknya terpaksa memutuskan untuk menghentikan produksinya karena terdampak dari kali Bekasi yang tercemar limbah dengan tingkat kandung logamnya sangat tinggi.

“Air baku yang ada tidak dapat diproduksi, karena limbahnya tak bisa diurai,” kata Uci di Bekasi, Minggu (12/8).

Uci mengatakan, air baku dari Kali Bekasi berwarna hitam pekat, disertai bau menyengat. Adapun kandungan logamnya cukup tinggi, sehingga tak bisa diurai dengan bahan kimia untuk memproduksi air bersih.

“Stok air baku di kolam juga habis, sehingga pasokan air bersih kepada pelanggan terhenti,” terang Uci.

Uci mengatakan, pelanggan di Bekasi Utara dan Bekasi Barat mencapai 31 ribu. Belum lagi pelanggan dari PDAM Tirta Bhagasasi mencapai 20 ribu di Wisma Asri dan Harapan Baru. PDAM Tirta Bhagasasi menggunakan bahan baku air dari PDAM Tirta Patriot.

“Kami produksi menunggu kondisi air Kali Bekasi normal lagi,” ujar Uci.

Uci menyampaikan, selama ini sumber air baku berasal dari Kali Bekasi sebanyak lima meter kubik per detik, dan dua meter kubik perdetik dari Kalimalang. Pihaknya tak bisa menambah sumber air dari Kalimalang karena prioritas untuk DKI Jakarta yang mempersiapkan diri menghadapi Asian Games.

Warga di Perumahan Wisma Asri, Bekasi Utara, Yakup Sinaga mengatakan, pasokan air bersih dari PDAM terhenti sejak kemarin. Ia mengaku kecewa karena penyedia layanan tak memberikan informasi perihal penyebabnya.

“Saya kembali lagi pakai jetpam, tapi susah karena jetpam lama tidak dipakai. Minimal butuh waktu satu jam untuk memancing air agar naik,” ujar Yakup.

Namun hari ini, PDAM TP sudah mulai bertahap mengalirkan pasokan air bersihnya ke para pelanggang. “Hari ini mulai secara bertahap mulai normal memberikan pelayanan ke semua para pelanggan,” jelas Uci.

Sementara Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Fauzi mengaku puhaknya sangat dirugikan dengan kondisi kali Bekasi yang sering tercemar, namun belum ada tindakan atau solusi untuk mengatasinya.

“Sudah sering terjadi dan belum ada tindakan tegas dan upaya-upaya yang dilakukan BBWS dan Pemda terkait akan hal ini (pencemaran kali bekasi),” beber Fauzi.

Akibatnya, kata Fauzi, berdampak terhadap air baku PDAM dan masyarakat pelanggan merasa. Ia pun meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengatasinya dan harus di carikan solusi kedepan nya agar tidak terjadi lagi, harapnya.

“Semua pihak seperti Pemkot Bekasi, Pengelola Kali Bekasi, Penegak Hukum, dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama mencarikan solusi dan penegakkan hukumnya bagi mereka yang telah terbukti melakukan tindakan pencemaran. Jangan dibiarkan sehingga merugikan masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Jumhana Lutfi mengatakan, hasil penyelidikan sementara penyebab air Kali Bekasi menjadi hitam pekat karena sedimentasi terangkat. Ini disebabkan karena wilayah hulu terjadi hujan.

“Sedimentasi yang mengendap karena musim kemarau panjang terangkat begitu ada gelontoran air akibat hujan di Bogor,” ujar Lutfi.

Dia masih menyelidiki kemungkinan penyebab lain. Menurut dia, timnya di lapangan sedang menyisir aliran sungai tersebut mulai perbatasan dengan Kabupaten Bogor sampai dengan Bendung Bekasi.@Sofie