Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gempa Lombok dan Bali mengakibatkan robohnya bangunan karena kesalahan konstruksi saat membangun perkantoran bertingkat.

Agus B. Sutopo, Tim Ahli Pemasaran PT Katama, Perusahaan Pemilik Paten Perbaikan Konstruksi Sarang Laba-Laba mengatakan, dari kejadian itu saatnya menyajikan karya desain mengusung kedalaman arti kemanusiaan dan pemikiran, maka layaknya memperoleh nilai bahagia di kehidupan manusia.

“Banyaknya konstruksi gedung-gedung roboh dan menelan korban jiwa akibat kurang peduli aturan gempa saat mendesain pembangunan. Imbasnya, saat merasakan goncangan sedikit maka bangunan tersebut langsung ambruk,” paparnya dalam keterangan resminya, Kamis (16/08/2018).

Ia menambahkan, harus ada desain setiap bangunan memiliki konstruksi tahan gempa, karena Indonesia rawan terhadap gempa dan merupakan negara yang terletak diantara lintasan lempeng Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia.

“Konstruksi sarang laba-laba salah satu penemunya adalah almarhum Ir Sutjipto, kader senior PDI Perjuangan Jawa Timur. Konstruksi ini terus dikembangkan dari Sabang sampai Merauke. Konstruksi ini sudah teruji di Aceh, Padang, Bengkulu sampai Papua, tetap berdiri tegak dan layak huni. Bahkan, konstruksi ini dijadikan bahan disertasi di Universite de Technologie de Compiegne (UTC) Perancis,” imbuh Agus.

Bahkan, lanjutnya, gedung yang menggunakan konstruksi laba-laba yang utuh ini bisa dimanfaatkan untuk dapur umum bagi korban bencana gempa.

“Saat ini ada salah satu bangunan yang ada di Nusa Tenggara Barat merupakan bangunan kita. Ini baru mendapatkan kabar dari NTB, kami sangat bersyukur karena gedung hasil karya kami selain tetap berdiri, juga dipergunakan untuk kepentingan kemanusiaan,” terang Agus.

Desain konstruksi sarang laba-laba tepat untuk bangunan berketinggian delapan lantai kebawah, Apron, Exit Taxiway, Jalan dan Pergudangan, model ini mengamankan pengguna bangunan maupun masyarakat sekitarnya dengan bentuk rib atau rusuk.

Konstruksi ini mulai mulai muncul di masyarakat sejak ahun 2017 ada sekitar hampir 100 bangunan dan bakal bertambah tahun ini yang dikerjakan secara nasional.@Rel-Licom