Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Komisi V DPR RI menyoroti pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Saat ini jalan tol yang dibangun oleh pemerintahan Jokowi rata-rata hanya ada di sisi selatan yaitu selatan Pulau Jawa.

Hal ini dikatakan Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo kepada pimpinan Divisi IV PT Waskita Karya (Persero) di Kantor Surabaya, Senin (06/08/2018) lalu.

Ia menjelaskan pembangunan jalan tol harusnya merata dan diutamakan punya nilai ekonomi yang tinggi dengan terhubung oleh banyak negara lain.

“Pembangunan tol harus di sisi utara Pulau Jawa, tidak hanya menuju ke selatan saja. Ini karena pelabuhan-pelabuhan kita ada di utara daripada Jawa dan itu langsung menghubungkan akses domestik maupun internasional di utaranya Indonesia. Justru yang di selatan hanya satu negara, tapi utara ratusan negara di seluruh dunia,” ujar Bambang.

Anggota Fraksi Partai Gerindra ini menyebut setiap tahunnya Pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar Rp 400 triliun, nah BUMN juga berpartisipasi dalam pengelolaan proyeknya.

“Sesuai peraturan menteri di atas nilai Rp 100 miliar ke atas yang menjalankan adalah BUMN. Seperti PT Waskita ini kan juga ikut andil, tentu pengerjaannya harus sesuai standar yang ditetapkan. Kemudian SDM yang punya sertifikasi kompetensi, serta peralatan yang memadai,” ujar Bambang Haryo.

Harapan masyarakat, lanjut dia, tentu dengan digenjotnya pembangunan infrastruktur seperti ini akan berimbas baik terhadap banyak persoalan.

Mulai dari memperbaiki perekonomian masyarakat, tingkat pengangguran menurun dan yang terpenting asas manfaatnya tidak hanya untuk segelintir golongan.

“Disamping manfaat untuk kepentingan publik, bagi seluruh masyarakat baik golongan bawah maupun atas, juga harus diutamakan kualitas pembangunan setiap infrastruktur yang dibangun. Itu tadi harus menyiapkan SDM dan peralatan yang baik,” imbuh bos pemilik perusahaan pelayaran ini.

Sementara, Vice President Divisi IV PT Waskita Karya, Norman Hidayat juga menyambut baik usulan dari wakil rakyat tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya yang termasuk BUMN ini telah memenuhi standar kualitas baik dari faktor sumber daya manusia (SDM) serta peralatan yang modern dalam upaya pembangunan infrastruktur.

“Soal kompetensi, baik personil, peralatan sampai keselamatan pekerja juga banyak kita tingkatkan. Hampir satu tahun ini banyak kita tingkatkan, termasuk dalam hal teknologi tapi sayangnya teknologi yang bagus ini masih kita ambil dari luar negeri. Untuk SDM juga terus ada regenerasi, sekarang SDM di Waskita hampir 60 persen sudah diganti dengan anak-anak muda, milenial. Yang kayak kami (senior) bisa dihitung hanya berapa ini,” tutup dia.@sarifa