Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: BY, warga sekitar perkebunan sawit PT Wana Sawit Subur Lestari (PT WSSL) resmi jadi tersangka tunggal kasus pembunuhan orangutan, Baen (20). Hal itu disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Anang Revandoko.

Dijelaskannya, BY kini ditahan di Polres Seruyan untuk diproses hukum dengan barang bukti pedang yang ada bekas sambut orangutan, senjata api, sepotong kayu dan perahu milik tersangka. “BY adalah tersangka pembunuhan orangutan jantan (Baen) hasil translokasi pihak Orangutan Foundation Internasional (OFI) bersama PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II,” jelas Irjen Anang Revandoko disampaikan dalam keterangan pers, Kamis (16/8/2018) siang kemarin, di lokasi rumah orangutan yang dibunuh BY dan sempat menggemparkan dunia tersebut.

Dalam junmpa pers yang juga dihadiri Direskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Adex Yudiswan dan Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting, BY dihadirkan sebagai tersangka dengan memakai baju tahanan. ”Pers konferensi dilakukan di rumah orangutan agar kami juga tahu tempat kejadian perkara yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit,” sambung Irjen Anang Revandoko.

Terkait kehebohan dunia yang sempat muncul akibat ulah BY ini, Kapolda Kalteng menegaskan kasus pembunuhan orangutan Baen yang dilakukan BY ini tidak ada kaitannya dengan perusahaan Sawit PT WSSL.

Hasil penyidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kalteng dan Polres Seruyan, menemukan bukti motif pembunuhan, BY yang biasa mencari kayu di sekitar lokasi kejadian jengkel karena usahanya sering terganggu kehadiran Baen. Tersangka BY kemudian menembak sampai tujuh kali. Dalam kondisi sudah matim jasad satwa yang dilindungi itu masih dihajar dengan sadis menggunakan kayu dan pedang.

Untuk menarik perhatian dunia sekaligus menjatuhkan fitnah ke PT WSSL sebagai perusahaan sawit yang membunuh satwa dilindungi, BY kemudian menarik orangutan yang sudah mati ke lahan kebun kelapa sawit.

Mayat orangutan ini kemudian dibiarkan mengambang di air dengan sejumlah luka sayatan dan 7 peluru bersarang di tubuhnya. pada Minggu 1 Juli 2018, salah satu karyawann perkebunan kelapa sawit PT WSSL, menemukan jasadnya dan melapor ke polisi.

Hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), penemuan bangkai Orangutan ini di blok Q45 Elang Estate Kebun 5 Afdeling 19 PT WSSL Desa Tanjung Hanau, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan. Kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial dan jadi perhatian dunia. “Kasus pembantaian orangutan ini tak ada hubungannya dengan perkebunan kelapa sawit di provinsi Kalteng. Diketahui bahwa tersangka BY sudah berkali-kali ditawari bekerja di kebun sawit, tapi selalu menolak dan lebih memilih mencari kayu di sekitar kebun sawit,” pungkas Kapolda Kalteng Irjen Anang Revandoko.

Perlu diketahui, Baen merupakan orangutan yang pernah diselamatkan pada 2014 silam, di sekitar kawasan PT WSSL. Satwa dilindungi ini kemudian dipindahkan ke kawasan Camp Seluang Mas dan selalu mendapat sumbangan rutin PT WSSL untuk biaya pemeliharaan. @*/LI-15