Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Gwen Ramadhani meramaikan jagad musik dangdut koplo di Indonesia. Melalui single “Nasib Cintaku”, ia ingin membuktikan dangdut tak harus norak dan alay.

Gwen mengakui tidak terlalu mengenal dangdut. Apalagi banyak generasi muda sepertinya memandang sebelah mata genre ini.

Namun, setelah terjun langsung, gadis yang baru lulus dari President University itu mengaku enjoy. Ia bahkan sudah membawa misi sendiri.

“Aku ingin menunjukkan kalau dangdut ga senorak itu dan ga se-alay yang selama ini dikenal,” tuturnya saat ditemui di Surabaya, Senin (20/8/2018).

Salah satu caranya ialah melalui gaya busana yang ia pakai. Gwen yang lahir di Bandar Lampung ini memilih tampil sporty dan classy di setiap performance.

“Selalu ada OOTD (outfit of the day) yang gak norak,” terangnya.

Perempuan 23 tahun ini menggandeng Mas Pekik dan Isal The Papa sebagai pencipta lagu sekaligus produsernya. “Saya pilih dangdut koplo karena sekarang kan lagi booming. Yang kedua, cengkoknya gak yang harus gimana gitu, lebih ke dangdut pop,” kata salah satu cast film “Eiffel I am in Love 2” ini.

Namun, bukan berarti ia melewati proses yang mudah. Sebagai dara berdarah Batak, bernyanyi menggunakan bahasa Jawa sangat tidak mudah. “Terutama dalam pelafalannya, susah juga,” jelas penggemar Nella Kharisma itu.@licom