Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Blibli.com, perusahaan e-commerce lokal menggelar ajang kompetisi pencarian pengusaha kreatif muda terbaik nasional untuk ketiga kalinya, The Big Start Indonesia (TBS) Season 3.

Untuk gelaran kali ini, memperebutkan dengan total hadiah lebih besar dari tahun sebelumnya yakni senilai Rp 1,1 Miliar dan Surabaya menjadi kota ke-4 dalam rangkaian roadshow TBS Indonesia Season 3 akan berlangsung pada 24 hingga 26 Agustus 2018.

Lani Rahayu, Senior Marketing Communication & PR Manager Blibli.com mengungkapkan, tahun ini, The Big Start Indonesia Season 3 akan menjadi perhelatan lebih besar dengan roadshow lima kota, dan Surabaya menjadi kota ke-4 dalam rangkaian ini usai sebelumnya digelar di Bandung, Yogyakarta, dan Denpasar Bali.

“Mengusung semangat “Buktikan Pada Mereka”, TBS Indonesia Season 3 diharapkan mampu menjawab tantangan terbesar para pengusaha muda Indonesia untuk mengembangkan bisnis ke skala lebih besar dengan pangsa pasar lebih luas,” ujar Lani kepada Lensaindonesia.com, Kamis (23/08/2018).

Ia menambahkan, UMKM sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bahkan, hingga kini UMKM sendiri telah berkontribusi 98 persen dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Untuk tahun ini, pertumbuhan UMKM di negara ini sudah mencapai 20 persen. Sedangkan untuk pertumbuhan produk lokal, juga secara nasional telah mencapai 30 persen,” tandas Lani.

Dari sisi pertumbuhan bisnis Blibli.com.sendiri, lanjut Lani, ia optimis hingga akhir tahum 2018 ini mencapai 3 kali lipat.

“Pertumbuhan bisnis Blibli.com sendiri, kami optimis mencapai 3 kaki lipat. Dan dintahun sebelumnya, pertumbuhannya pun juga telah mencapai 3 kali lipat dibanding tahun 2016,” papar Lani.

Sementara itu, Agung D.Kurnianto, Founder Revolt Industry mengungkapkan, sebagai pengusaha muda kreatif asli Surabaya, ia merasakan pentingnya terus berinovasi dan melakukan diversifikasi produk agar tetap mampu bersaing di pasar nasional.

“Saat ini, semua bisa jadi pengusaha, bisa jadi pebisnis. Namun, yang membedakannya dengan yang lain itu tentu banyak faktor seperti branding, cerita di balik produk, identitas merek dan banyak lagi. Inilah yang nanti akan membuat kita beda dan jadi diingat oleh pasar,” tegasnya.

Di sisi lain, Andi Fachry Makkasau, Sales & Marketing Section Head JNE Surabaya menyampaikan, bisnis online atau e-commerce cukup tinggi berkontribusi terhadap bisnis JNE karena bisnis online perkembangannya makin tak terbendung.

“Kontribusi bisnis e-commerce bagi JNE sudah mencapai 80 persen. Untuk pengiriman produk elektronik dan fashion berkontribusi sebesar 50 persen, dan sisanya diduduki oleh produk e-commerce segmen kosmetik dan kuliner,” tutur Andi.@Eld-Licom