LENSAINDONESIA.COM: Kedutaan besar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yaitu Indonesia, Iran, Nigeria, Pakistan, Palestina, dan Suriah, serta masyarakat Islam di Korea Utara menggelar perayaan Idul Adha 1439 H bertempat di Taedonggang Diplomatic Club, Pyongyang, pada 22 Agustus 2018 lalu. Sebagai tamu kehormatan pada acara tersebut adalah Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Hui Chol.

Selaku koordinator para dubes/kepala perwakilan diplomatik negara anggota OKI, Duta Besar RI untuk Korea Utara, Bambang Hiendrasto dalam sambutan pembuka antara lain menyampaikan mengenai makna Idul Adha dan maksud penyelenggaraan perayaan ini yang dilatarbelakangi semangat Idul Adha yaitu selain untuk meningkatkan ketaqwaan sebagai muslim juga untuk mengingatkan mengenai pentingnya keluarga, teman dan masyarakat. “Ibadah haji merupakan cerminan dari kesatuan umat. Pakaian ihram yang dipakai oleh para jamaah mencerminkan bahwa mereka menanggalkan status keduniaan, sehingga semua setara di hadapan Allah kecuali tingkat ketaqwaan yang menjadi pembeda,” katanya dalam siaran pers, Jumat (24/8/2018).

Wakil Menteri Luar Negeri Choe Hui Chol dalam sambutannya antara lain menyampaikan ucapan selamat atas perayaan hari besar Islam ini kepada para duta besar/kuasa usaha sementara kedubes negara OKI dan seluruh staf. Selain itu, Wamenlu Choe juga mengucapkan terima kasih kepada Dubes RI dan para dubes/kepala perwakilan negara OKI atas undangan perayaan ini dan mengharapkan agar kerja sama antara Korea Utara dan negara-negara OKI yang telah terbina lama dapat ditingkatkan.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati aneka hidangan makanan khas Timur Tengah, Indonesia, Iran, Nigeria, dan Pakistan yang disiapkan oleh masing-masing kedutaan besar.
Sekretaris III pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Pyongyang, Hanna Andari menginformasikan, pada acara perayaan tersebut KBRI menyajikan sate ayam, mi goreng seafood, martabak telor, krupuk udang, dan es buah/sirop.

Selain Wamenlu dan para pejabat Kemenlu Korea Utara lainnya, hadir pula pada acara yang baru pertama kali diselenggarakan di Korea Utara ini antara lain para duta besar dan kuasa usaha sementara kedutaan besar negara-negara ASEAN, Uni Eropa, Rusia, Tiongkok, dan Brasil serta kepala kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi regional di Pyongyang.

Untuk diketahui, warga Indonesia di Korut menunaikkan salat Id pada 22 Agusus mengikuti keputusan pemerintah Indonesia di Masjid Rahman, kompleks Kedutaan Besar Iran. Bertindak sebagai Imam pada salat tersebut adalah Sdr.Isman Laksmana, staf KBRI Pyongyang, dan khatib adalah seorang warga Mesir yang bekerja pada perusahaan patungan telekomunikasi di Pyongyang. Masyarakat Indonesia di Pyongyang juga berkurban dengan menyembelih 13 ekor kambing di Taedonggang Diplomatic Club pada 23 Agustus 2018.

Pada hari yang sama, daging hewan kurban tersebut diserahkan ke Central Committee of the Korean Federation for the Protection of the Disabled oleh Dubes Bambang bersama para staf KBRI Pyongyang. Lembaga ini merupakan rumah bagi penyandang difabel yang memiliki talenta dan minat di bidang seni. Dalam kesempatan tersebut, para penyandang difabel menunjukkan kebolehan mereka dalam menari dan bermain musik serta bernyanyi. @licom