Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Dialog Warjok Kebonrojo bangkitkan kreasi dan inovasi para muda Jombang
Dialog Interaktif Warung Pojok Kebonrojo berlangsung di halaman Kantor Dinas Kominfo Jl. Patimura 92 Jombang. Foto-Obi
Adv-News

Dialog Warjok Kebonrojo bangkitkan kreasi dan inovasi para muda Jombang 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang menggelar Dialog Interaktif Warung Pojok Kebonrojo berlangsung di halaman Kantor Dinas Kominfo Jl. Patimura 92 Jombang, Senin, (20/8/2018) lalu.

Gelaran kali ini mengusung tema “ Melestarikan Kesenian dan Kebudayaan di Kabupaten Jombang menyongsong Implementasi Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.” Acara ini disiarkan langsung oleh Dinas Kominfo melalui media elektronik di Radio Suara Jombang dan Ringin Contong Televisi Jombang.

Kegiatan ini juga sekaligus memperingati HUT ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, sejumlah tokoh seni budaya dan masyarakat serta mahasiswa turut hadir di acara tersebut. Selain itu, juga hadir sejumlah pejabat pemerintah kabupaten Jombang diantaranya Pjs Sekda Ikhsan Gunajati, Kepala Dinas Pendidikan Budi Nugroho, Asisten, Kepala OPD, Camat, Pengurus Kesenian, para pegiat seni dan budaya sekaligus Wakil Bupati terpilih Sumrambah.

Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Plt Bupati Jombang, dan Bupati terpilih di pilkada 2018 mengapresiasi kegiatan positif ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, ajang dialog interaktif Warung Kebonrojo ini merupakan salah satu wahana atau media untuk mengkomunikasikan sekaligus transformasi terkait informasi pembangunan – pembangunan di Kabupaten Jombang.

“Melalui dialog Warjok ini, masyarakat akan memperoleh informasi langsung dari para narasumber dengan harapan menjadi sumber pengetahuan dan informasi akurat, terpercaya dan solutif bagi masyarakat Kabupaten Jombang tentunya,” tandas Budi.

Ia menambahkan, guna menyongsong Implementasi Undang Undang Nomor 5 tentang Pemajuan kebudayaan di Kabupaten Jombang, ajang diskusi kali ini melibatkan narasumber berkompeten, diantaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jombang diwakili Suparno, SH, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang drg. Budi Nugroho, MPPM, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Cabang Jombang, Drs. fatkhurrahman, M.Si, serta Dewan Kesenian Jombang, diwakili Joko Herwanto dan Inswiyadi dari Lesbumi dan bapak Sumrambah pemerhati Kebudayaan.

Baca Juga:  DeDurian Park, lokasi shooting Cak Sodik Monata promosikan kota Jombang

“Selain dialog tentang seni dan budaya, diskusi Warjok ini juga menampilkan pementasan seni Teater dari “Komunitas Tombo Ati” menghadirkan lakon Wiruncana Murca, Karya/Sutradara Fandi Ahmad. Kelompok teater ini nantinya juga akan tampil mewakili kabupaten Jombang di Gedung Cak Durasim Surabaya. Semoga Komunitas Tombo Ati ini lebih maju dan lebih baik,” ungkap Budi.

Sementara itu, Plt Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Jombang sangat bangga dengan prestasi anak-anak di bidang seni dan budaya. Untuk itu, Inovasi kreatif anak muda bisa dikomunikasikan dengan Dinas Kominfo sebab harus dipublikasikan ke masyarakat.

“Kedepannya, akan kita upayakan untuk mengakomodir para pegiat seni dan budaya dengan mewujudkan Gedung Kesenian Jombang. Semoga Pemerintah Kabupaten Jombang mempunyai gedung kesenian sendiri dan akan terwujud, sebab generasi muda sebagai generasi bangsa harus difasilitasi. Bagi penggiat budaya Jombang agar lebih maju dan lebih baik,” tutur Hj Mundjidah.

Ia juga berharap di tahun 2019 nanti, semua lapisan masyarakat ikut aktif dan bersama -sama dalam mensukseskan pemilu 2019 dan tetap harus rukun, bersatu dengan tetap menciptakan suasana yang aman, damai, tertib dan kondusif.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang dr. Budi Nugroho MPPM juga mengapresiasi pencapaian prestasi anak-anak didik di Jombang. Baik dibidang seni teater, tari maupun seni suara yang berprestasi di tingkat Provinsi hingga tingkat nasional.

“Semua ini merupakan salah satu hasil pendidikan karakter yang dikembangkan di Jombang. Utamanya dari unsur “olah rasa”,” tutur Budi Nugroho.@Obi-adv