Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Polrestabes Surabaya amankan 7,8 juta pil koplo senilai Rp 15 miliar
Kombes Rudi Setiawan dan AKBP Roni Faisal menunjukkan barang bukti jutaan pil koplo siap edar (rofik)
HEADLINE

Polrestabes Surabaya amankan 7,8 juta pil koplo senilai Rp 15 miliar 

LENSAINDONESIA.COM: Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya yang dikomandani AKP Suhartono sukses membongkar jaringan pengedar pil koplo antar provinsi. Total 7.870.000 pil koplo merek Karnopen disita.

Informasi yang dihimpun Lensa Indonesia menyebutkan, pengungkapan kasus narkoba skala besar ini bermula saat petugas mendapat informasi ada kiriman 150 ribu butir pil koplo dari Jakarta melalui Ekspedisi PT Kereta Api Logistik (PT Kalog) dan disimpan di gudang CV Samudra Perkasa Trans di Jl Sidodadi 77, Surabaya. Ratusan ribu pil koplo siap edar yang dikemas dalam 3 boks besar itu rencananya bakal dikirim lagi lagi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Polisi yang bergegas menuju lokasi gudang CV Samudra Perkasa Trans, berhasil menyita barang bukti dan mengamankan 3 karyawan, Samsul, Dul Muri dan Frida. Dari keterangan ketiga saksi ini, polisi mendapat nama Muhammad Noor, warga Perumahan Kompleks Nur Aisyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai penerima.

Petugas Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya lalu berangkat ke Pergudangan 88 Jl Gubernuran Suparjo, Banjarmasin, dan berhasil meringkus Muhammad Noor. Tersangka ini kemudian diketahui berperan sebagai kurir pil koplo jaringan antar provinsi ini.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan didampingi Kasat Narkoba AKBP Roni Faisal menjelaskan paketan tersebut diambil sendiri oleh Muhammad Noor. “Anggota langsung melakukan penyelidikan ke kantor cabang ekspedisi CV Samudra Perkasa di Banjarmasin, sekaligus mengamankan MN, saat akan mengambil paket barang haram tersebut,” jelasnya, Senin (27/8/2018).

Dalam pemeriksaan, Muhammad Noor mengaku dirinya hanya orang suruhan yang ditugasi oleh Abdul Aziz (40) yang menunggu di Hotel D’Saint di Jl A Yani KM 4, Banjarmasin. “Penangkapan terhadap AA di halaman hotel juga sukses dilakukan dan kasus ini terus dikembangkan,” sambung Kombes Rudi.

Baca Juga:  Melompat dari lantai 5, pengedar narkoba di Surabaya tewas terbentur tangga

Dalam proses interogasi, polisi kemudian menelusuri pengiriman paket lainnya melalui ekspedisi PT Kalog dan PT Angkunas di Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Setelah dilakukan pembongkaran isi muatan, ditemukan 4 boks berisi 200.000 pil Karnopen. Sedangkan dari PT Angkunas di Stasiun Pasar Turi ditemukan 34 boks berisi 1.088.000 butir. Total keseluruhan barang bukti yang diakui tersangka Abdul Aziz adalah 41 boks berisi 1.438.000 pil Karnopen.

Dari hasil penggeledahan di PT Angkunas tersebut juga diamankan 46 boks yang diduga berisi pil Karnopen sejumlah 1.472.000 butir dan 155 boks berisi 4.960.000 butir yang akan dikirimkan ke Sulawesi.

Untuk kepemilikan total 201 boks berisi 6.432.000 butir lainnya, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh Sat Reskoba Polrestabes Surabaya.

Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya AKBP Roni Faisal menjelaskan, total barang bukti yang berhasil disita dalam kasus ini adalah 242 boks berisi pil koplo 7.870.000 butir. Seluruh barang bukti diangkut menggunakan satu truk polisi. “Kita asumsikan per butirnya biasa dijual seharga Rp 2.000. Jadi kalau dirupiahkan bisa mencapai RP 15 miliar. Ini bisa bisa meracuni ratusan ribu warga khususnya pelajar,” pungkasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), subsider Pasal 112 Ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang narkotika dan Pasal 197 UU RI No36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. @rofik