Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
PTPN X manfaatkan dana Rp 975 miliar, untuk apa?
ick Off Meeting yang dihadiri oleh kontraktor Engineering Procurement Construsction Commisioning (EPCC), PT Barata Indonesia juga PT Prosys Bangun Persada selaku Project Management Consultant (PMC) ini sekaligus menandai dimulainya pengerjaan proyek PMN di sisi off farm dengan alokasi senilai Rp 875 Miliar. Dana PMN tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas Pabrik Gula (PG) Gempolkrep dan investasi untuk pengembangan produk turunan bioetanol di Mojokerto. Foto-ist
EKONOMI & BISNIS

PTPN X manfaatkan dana Rp 975 miliar, untuk apa? 

LENSAINDONESIA.COM: PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X gunakan dana sebesar Rp 975 Miliar dari Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk memperkuat sektor off farm beserta bisnis hilirnya dan pengembangan lahan perkebunan (on farm).

Hari ini, Senin (27/08/2018) digelar Kick Off Meeting dengan kontraktor Engineering Procurement Construsction Commisioning (EPCC), PT Barata Indonesia. Kick Off Meeting yang dihadiri oleh PT Prosys Bangun Persada sebagai Project Management Consultant (PMC) membahas terkait target pencapaian, waktu pelaksanaan, hingga skema komunikasi proyek.

“Kick Off Meeting kali ini sekaligus menandai dimulainya pengerjaan proyek PMN di sisi off farm dengan alokasi senilai Rp 875 Miliar. Dana PMN tersebut akan digunakan untuk peningkatan kapasitas Pabrik Gula (PG) Gempolkrep dan investasi untuk pengembangan produk turunan bioetanol di Mojokerto,” ungkap Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Ia menambahkan, dana total Rp 875 Miliar tersebut untuk off farm, sejumlah kurang lebih Rp 743 Miliar digunakan untuk pekerjaan EPCC peningkatan kapasitas PG Gempolkrep dari 6.500 Ton Cane per Day (TCD) menjadi 8.000 TCD.

“Pekerjaan ini meliputi penggantian peralatan proses produksi, pembangunan sistem pengolahan gula dengan skema defekasi remelt karbonatasi, pembangunan boiler, turbin generator baru, serta penerapan sistem automasi,”: tandas Dwi.

Sementara, untuk pekerjaan EPCC di pabrik bioetanol, sekitar Rp 123 Miliar akan digunakan pembangunan fasilitas bisnis hilir, diantaranya Food Grade CO2 Recovery Plant, fasilitas redistilasi Fuel Grade Ethanol (FGE) menjadi Extra Neutral Alcohol (ENA) kapasitas 100 KLPD, dan modernisasi teknologi proses guna meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku tetes.

“Program peningkatan kapasitas pabrik gula beserta hilirisasinya bertujuan untuk mewujudkan integrated sugar cane based industry yang terdiri dari Pabrik Gula, Pabrik Bioethanol dengan multi product, dan Export Power yang bisa dijual, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan,” tegas Dwi.

Baca Juga:  Ini strategi menteri Jonan jaga stabilisasi migas negara

Peningkatan kapasitas PG Gempolkrep menjadi 8.000 TCD bertujuan untuk pengoperasian pabrik secara otomatis, sehingga proses giling bisa dikondisikan steady state. Selain itu, lanjut Dwi, sistem defekasi remelt karbonatasi akan meningkatkan kualitas produksi gula dengan ICUMSA < 100 IU. Adanya pengembangan integrated sugar cane based industry, PTPN X berpotensi meningkatkan pendapatan sebesar Rp 150 Miliar/tahun.

“Pemanfaatan dana PMN di Gempolkrep diharapkan untuk peningkatan hubungan kemitraan dengan petani. Sehingga PTPN X dan petani bisa saling bersinergi untuk mendukung percepatan program kedaulatan pangan pemerintah,” ucap Dwi.

Sebagai informasi, PTPN X juga mengalokasikan dana PMN sebesar Rp 100 Miliar untuk pengembangan lahan perkebunan. Survey sudah dilakukan di beberapa lahan, sebab ada lahan yang bakal diproses guna pengkajian dari tim independen.@Rel-Licom