Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Camat Pondok Gede yang bantah Kapolres, bakal dijerat lebih satu pasal tindak pidana
HEADLINE

Camat Pondok Gede yang bantah Kapolres, bakal dijerat lebih satu pasal tindak pidana 

LENSAINDONESIA.COM: Heboh Camat Pondok Gede, Kota Bekasi jadi tersangka dugaan pemalsuan akte, tanah, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi siap seret Camat Mardanih ini ke pengadilan dengan jeratan lebih dari satu pasal pidana.

Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Kota Bekasi, Gusti Hamdani menegaskan, pelimpahan berkas perkara tersangka Camat itu dari pihak penyidik kepolisian kepada jaksa sudah P16 terkait perkara formil dan materilnya.

“Memang, ada kekurangan dan ada yang tidak sesuai dengan kelengkapan materinya,” katanya.

Batasan waktu untuk tuntas P21 sesuai yang ditentukan undang-undang (UU),  menunggu 14 hari mulai terhitung dari dilimpahkannya berkas perkara tersebut.

“Ketika jaksa peneliti menyatakan lengkap, baru dilanjutkan ke P21,” kata Gusti.

Terkait pasal yang dijeratkan tersangka, menurut Gusti, pihak penyidik dari kepolisian bisa kenakan beberapa pasal.

“Sepanjang menurut penyidik terpenuhi semua unsur dari pasal tersebut, baik Pasal 263 KUHP maupun Pasal 264 KUHP, maka ada penambahan sangkaan kepada tersangka,  dan ada beberapa pasal yang digunakan,” ungkapnya.

Penanganan perkara ini karena masih tahap satu, maka penyidik kejaksaan bersama-sama penyidik polisi harus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Disinggung kenapa tersangka Mardanih belum ditahan? Kasi Intel mengatakan, ditahan atau tidak adalah kewenangan penyidik dan penuntut umum. Kewenangan ini masih terus dalam proses.

Sebelumnya, Camat Mardaniih kepada awak media sempat membantah pernyataan Kapolrestro Kota Bekasi, yang menyebut  berkas Camat Mardani sebai tersangka memasuki proses pelimpahan ke Kejari Kota Bekasi. “Suda selesai, itu sudah beres,” kata Mardanih, sepertinya ‘menohon’ keprofesionalan Kapolrestro Kota Bekasi. @sofie

Baca Juga:  Bawa arit saat beraksi, residivis jambret tumbang ditembak polisi