Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak se Kabupaten Bekasi yang diikuti 154 desa pada 26 Agustus 2018 lalu, menyisakan suka cita bagi para calon dan pendukungnya yang memenangkan pilkades.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Tambun Selatan. Ada 8 desa yang mengikuti Pilkades yakni, Sumberjaya, Tridayasakti, Setiamekar, Mekarsari, Setiadarma, Tambun, Lambangjaya dan Lambangsari.

Untuk jumlah pemilih pada gelaran Pikades tahun ini, di Tambun Selatan ada sedikitnya 250 ribu pemilih dari 8 desa tersebut. Hanya satu desa yang berhasil mengalahkan petahana, yakni Desa Lambangsari, setelah pendatang baru yang juga satu-satunya calon perempuan, Pipit Haryanti mampu menggeser Petahana R. Yaceu Herliyanti dengan selisih suara 395.

Hasil perhitungan akhir, Pipit Haryanti total mendapat dukungan 3158 suara. Petahan R. Yaceu Herliyanti, hanya mengumpulkan suara 2763, disusul Hasan Hariri 91 suara.

“Pilkades telah usai, tentunya semua harus kembali bersatu guna memajukan Desa Lambangsari. Lupakan gesekan sebelum pemilihan,” tegas Teh Pipit, menganggap dinamika itu biasa.

Bagaimana Pipit memimpin pemerintah desa? Pipit mengaku akan melaksanakan janji politik saat kampanye Pilkades. Salah satunya, transparansi anggaran desa untuk kemajuan dan kesejahteraan warga Lambangsari.

“Transparansi anggaran desa, pengurangan pengangguran dengan BUMdes, membentuk Satgas Kesehatan. Satgas Magrib Mengaji, dan lainnya. Tentunya ini harus didukung semua elemen demi perubahan lebih  baik bagi desa Lambangsari,”tuturnya.

Ada pun jargon yang diusung saat kampanye Pilkades lalu adalan Gerakan ‘Takbir’ Transparan, Amanah, Konsisten, Berperadaban, Inovatif dan Respontif. @sofie