Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Menangkan PK, konsumen minta BMW laksanakan putusan ganti BMW seri 520i
Erlan dan mobil BMW yang menjadi perjuangan panjang menggugat PT. Tunas Mobilindo Parama. @dok.erlan
HEADLINE

Menangkan PK, konsumen minta BMW laksanakan putusan ganti BMW seri 520i 

LENSAINDONESIA.COM: Perjuangan panjang Musa, konsumen PT. Tunas Mobilindo Parama agen penjualan mobil BMW sejak tahun 2013 akhirnya membuahkan hasil setelah Mahkamah Agung RI memenangkannya dalam Perkara Peninjauan Kembali
No.744//PK/PDT/2017, tertanggal 1 Agustus 2018.

Pada pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Jakarta Barat) tahun 2013 (No.336/Pdt.G/2013/PN.JKT.BAR), Musa menang dan Pengadilan Negeri memerintahkan Pihak BMW (PT. BMW Indonesia dan PT Tunas Mobilindo Parama) selaku produsen untuk mengganti mobil BMW seri 520i yang dinyatakan sebagai Mobil Cacat Terselubung atau cacat/rusak dari pabrik.

Tidak puas dengan Putusan Tingkat Pertama pihak PT. BMW Indonesia dan PT Tunas Mobilindo Parama melakukan Banding, lanjut Kasasi, hingga PK (Peninjauan Kembali), namun semua Putusannya tetap menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung RI, tertanggal 1 Agustus 2018 yang Telah Berkekuatan Hukum Tetap (In Kracht), memutuskan mobil BMW 520i yang dibeli Musa tahun 2012 secara tunai adalah Mobil Cacat Terselubung yang harus diganti, beserta kerugian-kerugian yang timbul akibatnya.

Dalam Amar Putusan PK MA antara lain menyatakan sebagai berikut: Pertama, Menolak Permohonan Peninjauan Kembali dari Pemohon Peninjauan kembali, PT. Tumas Mobilindo Parama tersebut. Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali dahulu Pemohon
II/Turut Termohon Kasasi/Tergugat I/Pembanding I untuk membayar biaya perkara.

Kedua, Bahwa sehubungan dengan perihal tersebut diatas, maka PT. Tunas Mobilindo Parama selaku Agen Penjualan Mobil BMW, sekaligus PT. BMW Indonesia selaku produsen wajib tunduk dan menjalankan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No.336/Pdt.G/2013/ PN.JKT.BAR, sebagaimana yang juga dikuatkan dalam Putusan Peninjauan Kembali No.744/PK/PDT/2017.

Ketiga, Menghukum Tergugat I untuk menarik kembali unit mobil BMW seri 520i tahun pembuatan 2012, type sedan, warna hitam, nomor polisi B. 161 FCA berikut segala surat-surat yang berkaitan dengan mobil tersebut dari Pengugat dan kemudian menggantikannya dengan unit mobil BMW yang baru dengan jenis, seri, tahun pembuatan, type, dan warna yang sama.

Baca Juga:  Warga Surabaya mayoritas Nahdliyin, Badru Tamam: PKB Adalah Kunci di Pilkada Surabaya 2020

Dan, keempat, Menghukum Tergugat II untuk tunduk dan patuh kepada putusan ini.
Menanggapi Putusan PK, Kuasa Hukum Musa, Oktavianus Setiawan, SH. (Kantor Pengacara Stefanus & Rekan), berharap pihak BMW punya itikat baik untuk melaksanakan putusan akhir, PK Mahkamah Agung.

Sebab hingga saat ini, kliennya masih tetap menanggung biaya sewa mobil akibat mobil BMW yang dibeli kliennya tidak dapat dipergunakan, dan total akumulasi sewa mobil telah mencapai kurang lebih hingga saat ini Rp1.675.000.000.

“Mereka adalah pelaku bisnis di Indonesia yang tunduk terhadap hukum di Indonesia. Harusnya mereka berinisiatif menghubungi kami untuk menyelesaikan putusan tersebut. Kami berharap dari pihak PT. BMW Indonesia dan PT Tunas Mobilindo Parama untuk segera melaksanakan isi putusan dari pengadilan negeri dan diperkuat hingga putusan PK,” ujar Oktavianus (Kantor Pengacara Stefanus & Rekan).

Hingga saat ini, kata Oktavianus (Kantor Pengacara Stefanus & Rekan), belum ada tanggapan dan komunikasi dengan pihak BMW. Dia berharap adanya penggantian mobil baru dan kerugian sewa mobil. “Inti kami minta unit baru dengan unit, warna, dan tahun yang sama. Sesuai Putusan PK,” tegas Oktavianus (Kantor Pengacara Stefanus & Rekan).

Kronologis perkara
Sengketa antara konsumen Musa dengan produsen BMW ini berawal, ketika pada Maret 2012 Musa membeli BMW 520i dari PT Tunas Mobilindo Parama. Setelah digunakan 6 bulan, mobil BMW tersebut mengalami kerusakan berupa sentakan/lompatan
secara mendadak pada saat digunakan.

Antara Oktober dan November 2012 saat menggunakan mobil pabrikan Jerman tersebut, Musa dan keluarga sering mengalami mual-mual, pusing dan muntah-muntah, karena sentakan yang sering terjadi. Bahkan, dia sempat menabrak kendaraan lain akibat masalah tersebut.

Tak puas dengan keadaan mobil barunya, Musa komplain ke Tumas Tomang dan melakukan pengecekan dan service, namun permasalah tersebut tetap muncul. Karena masih adanya masalah tersebut, dia kembali melaporkannya, sebagai solusi pihak Tunas Tomang meng-upgrade software pada kendaraan tersebut dan harus ditinggal di bengkel selama 2 hari.

Baca Juga:  Young Living hindari pemasaran produk via market place

Pada Desember 2012 – Februari 2013 Mobil tersebut kembali mengalami masalah yang sama dan mobilnya kembali ke bengkel Tunas Tomang kemudian pada 1 Februari 2013 Maykel Rambing selaku Aftersales Manager Tunas Tomang telah melakukan penggantian komponen suku cadang pressure regulator dan setelah melakukan test drive pihak Tunas Tomang menyatakan bahwa masalah sentakan atau lompatan pada mobil tersebut telah teratasi.

Namun, 5 Februari 2013, Musa mendatangi kantor PT. BMW Indonesia di The Plaza, 21st floor. Jl. MH. Thamrin Kav 28-30, Jakarta dan bertemu dengan Cut Yasmin Omas selaku CRM Manager, Zakaria Subroto selaku Aftersales Area Manager (PT.BMW Indonesia), Herwin selaku Sales Head Tunas Hayam Wuruk dan Maykel Rambing selaku After Sales Manager Tunas Tomang.

Adapun maksud dan tujuan kedatangannya adalah untuk meminta jaminan disediakannya fasilitas loaner car apabila terjadi masalah menyentak lagi, dan jaminan setelah masa garansi kendaraan berakhir. Namun, pihak BMW Indonesia menolak permintaan Musa dan menawarkan untuk membeli paket upgrade yang disebut BSI Ultimate melalui Surat tertanggal 11 Februari 2013 dan seolah-olah lepas tanggung jawab begitu saja.

Pada 16–21 Februari, masalah yang sama muncul lagi pada mobil Musa. Sehingga, MaykelRambing datang untuk megecek sendiri. Setelah dilakukan pengecekan dan memang benar masalah tersebut muncul lagi, dan Maykel Rambing berjanji akan
melakukan pengecekan lagi dengan membawa alat yang lebih lengkap.

Pada 25 Februari, Musa mengirimkan email yang pada intinya berisikan agar mobil bermasalah tersebut diganti dengan unit yang baru karena setelah perbaikan yang beberapa kali masalah mobilnya tetap muncul.

Pada 26 Februari 2013, Agustian Robbani selaku Warranty Manager dan Cut Yasmin Omas selaku CRM Manager (PT.BMW Indonesia) mengirimkan surat tertanggal 26 Februari 2013, Perihal : Kendaraan BMW 520i Bapak dengan nomer vin K931176, yang pada intinya menolak mengganti unit mobil milik Musa.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Surabaya: "Masih ada penyesuaian nominal iuran JKN-KIS dari pemerintah!"

Atas permasalah kali ini, pihak Tunas Tomang menghubungi Musa melalui Isa yang mengatakan kalau mobil tersebut harus melakukan upgrade software lagi.

Pada 27 Februari 2013, Musa menanggapi surat tertanggal 26 Februari 2013, Perihal : Kendaraan BMW 520i Bapak dengan nomor vin K931176 dari pihak Tunas Tomang (PT.BMW Indonesia) dan dengan kesabaran yang luar biasa bersedia menerima usulan upgrade software yang kedua kali dengan catatan Musa akan diberikan loaner car sampai permasalahan ini selesai.

Selain itu, PT. BMW Indonesia memberikan jaminan secara tertulis bahwa setelah upgrade software yang kedua kerusakan pada unit mobil milik Musa tidak terjadi lagi, dan apabila masalah yang sama masih terjadi, maka PT.BMW Indonesia bersedia mengganti mobilnya dengan unit yang baru.

Pada 4 Maret 2013, Agustin Robbani selaku Warranty Manager dan Cut Yasmin Omas selaku CRM Manager (PT.BMW Indonesia) mengirimkan surat kepada Musa melalui surat tersebut secara mengejutkan disampaikan bahwa untuk menyelesaikan kerusakan
bukan melalui perbaikan upgrade software sebagaimana yang disampaikan sebelumnya, melainkan harus mengganti Part HIS Accumulator yang harus didatangkan terlebih dahulu dari negara Jerman.

Atas permasalah yang berlarut-larut ini, Musa merasa tidak puas dan tidak percaya lagi dengan layanan pihak BMW yang membuatnya melayangkan somasi dan akhirnya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. @licom_03