Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Prabowo ziarahi makam pendiri NU, Kiai Tambak Beras: Gunakan #WisWayahe
Capres Prabowo menziarahi makam pendiri NU KH Wahab Hasbulloh. @foto:abi
HEADLINE

Prabowo ziarahi makam pendiri NU, Kiai Tambak Beras: Gunakan #WisWayahe 

LENSAINDONESIA.COM: Prabowo Subianto mendatangi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, mendapat sambutan hangat dari Kiai dan Majelis Pengasuh Pondok Pesantren, Kamis (6/9/2019).

Soal pencalonan Prabowo sebagai Calon Presiden, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, KH Hasib Wahab Hasbulloh memberikan masukan agar menjauh dari paham Islam yang radikal.

Hal itu diutarakan KH Hasib Wahab Hasbulloh. Ia mengatakan bahwa sebagai tuan rumah, wajib memuliakan tamu siapa pun yang hadir. “Kedatangan beliau di pesantren untuk berziarah ke makam KH Wahab Hasbulloh bertawassul dan bersilaturahim sebagai bagian usaha dan maksud yang beliau sampaikan menuju Capres agar diberikan dukungan dan kemudahan dari Allah,” katanya.

Ketua PBNU ini juga berpesan dan memberikan masukan kepada Prabowo supaya menggunakan tagar Wis Wayahe (#WisWayahe). Hal ini untuk menarik simpati masyarakat, sekaligus menggunakan momentum ini sebagai kesempatan yang bagus untuk pencalonannya dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Saya melihat Pak Prabowo tahun 2014 banyak kendala. Wis wayahe ini harus digunakan sebagai momentum untuk berhasil menjadi Presiden. Melihat situasi dan kondisi kesejahteraan rakyat dan ekonomi banyak masalah, sehingga jika Pak Prabowo saat ini dengan program-program yang bagus dan diterima rakyat, maka tidak salah kalau Beliau bisa terpilih sebagai Presiden,” bebernya kepada wartawan.

Selain itu, masukan KH Hasib Wahab Hasbulloh, sebaiknya Prabowo tidak menonjolkan gerakan-gerakan yang radikal seperti contoh menggunakan tagar 2009GantiPresiden. Tapi, memakai tagar “wis wayahe” atau program-program itu cukup untuk membuat dan menarik simpati masyarakat.

“Cukup wis wayahe Pak Prabowo,” kata Gus Hasib usai menerima kunjungan Prabowo di PPBU.

“Wis wayahe” yang dimaksud Gus Hasib adalah, pada Pilpres 2014 Prabowo gagal. Hal itu karena banyaknya kendala. Nah, pada Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Gerindra itu harus bisa mengambil momentum sebagai calon yang mempunyai program-program tentang keaejahteraan rakyat dan penyelesaian ekonomi.

Baca Juga:  Kurangi antrean, Imigrasi Surabaya buka Unit Layanan Paspor di BG Junction

“Jika ini bisa memanfaatkan momentum, Insya Allah Beliau bisa menjadi presiden,” tandasnya.

Karena ada dua sektor yang saat ini bisa dijadikan mementum. Yakni, sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Pasalnya, di dua hal tersebut banyak permasalahan. “Pak Prabowo bisa memberikan jawaban melalui program yang ditawarkan masalah perekonomian. Jika momentum itu bisa menjadi jawaban atas persoalan, maka Pak Prabowo bisa menjadi presiden. Itu nasehat saya ke Beliau,” jelasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, bahwa sesuai adat kita untuk memasuki suatu daerah harus “kulo nuwon” kepada sesepuh dan para Kiai. Apalagi, Kiai NU dan keluarga besar Nahdliyin sangat besar di Jawa Timur, terlebih peranannya untuk kemerdekaan bangsa dan pendirian Republik Indonesia ini sangat besar.

“Ini merupakan penghormatan bagi kita bisa diterima di sini. Dengan berziarah di KH Hasyim Asary dan KH Wahab Hasbulloh juga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kita harus selalu menghormati para pahlawan dan harus selalu kita memsyukuri atas jasa – jasa beliau,” pungkasnya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra ini bersafari dan bersilaturahim ke beberapa pondok pesantren di Jawa Timur. Pada Kamis (6/9/2-18), Prabowo bersilaturahim ke Pesantren Tambakberas dan Tebuireng. Kedatangannya ditemani rombongan
diantaranya Wakil Ketua DPP Gerindra Fuad Bawazir, Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno, Sekretaris DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad, Ketua DPC Gerindra Jombang Heri Setiyawan dan sejumlah elit Gerindra lainnya.

Selain itu, Calon Presiden RI ini juga berziarah ke makam pendiri NU, KH Wahab Hasbullah
sekaligus penggagas atau deklator “resolusi jihad” menghadapi kaum kolonial, yang makamnya di pesantren tersebut.

Sebelumnya, Prabowo juga mengunjungi pesantren Tebuireng dan berziarah ke makam Hadratusy Syaikh Hasyim Asyari. Sebelum meninggalkan Tambakberas, Prabowo mendapatkan sorban dan cinderamata berupa buku tentang biografi KH Wahab
Hasbullah dan sejarah Tambakberas. @Obi

Baca Juga:  Ma'ruf Amin berangkat menuju lokasi pelantikan