Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
BRI, Damri, Garuda siap jadi “bapak angkat” Alumni ITS, ujudkan konsep “Transhub Challenge”
Menteri Perhubungan Budi Karya saat memberi keteranga kepada awak media. di Jakarta. @foto:sofie
Birokrasi

BRI, Damri, Garuda siap jadi “bapak angkat” Alumni ITS, ujudkan konsep “Transhub Challenge” 

LENSAINDONESIA.COM: Bukan hanya besaran nilai hadiah total Rp200 juta bagi para pemenang Transhub Challenge, yang patut diapresiasi untuk ajang kompetisi “Transhub Challenge”. Tapi, komitmen Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencarikan bapak angkat bagi pemenang, patut diacungi jempol. Pasalnya, dengan adanya bapak angkat atau bapak asuh terkait support fasilitas, praktis gagasan cemerlang kompetisi nasional ini bisa diwujudkan.

Para pemenang kompetisi ini berjumlah enam jawara yang terbagi dalam dua kategori; umum dan mahasiswa. Kementerian Perhubungan cukup apresiatip terhadap karya-karya pemenang, lantaran ide-ide yang dihasilkan dinilai sangat cemerlang sebagai konsep inovasi di sektor transpotasi.

Alhasil, ajang kompetisi “Transhub Challenge” ini diharapkan mampu menjawab tantangan di era zaman now. Diharapkan solusi permasalahan transportasi bisa lebih efektif, efesien dan murah.

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Perhubungan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap ide segar hasil dari kompetisi ini dapat diimplementasikan ke masyarakat luas.

“Kita akan carikan bapak angkat yang menjadi bapak asuh mereka untuk mengimplementasikan ide kreatif para pemenang. Saat ini sudah ada BRI, Damri dan Garuda yang siap menjadi bapak angkat mereka,” jelas Budi Karya Sumadi saat dalam acara Gala Dinner Transhub Challenge 2018, Di Hotel Arya Duta, Kamis malam (13/9/2018).

Menhub pun mengaku antusias jika tahun depan kompetisi ini bakal melahirkan ide-ide cemerlang lainnya yang lebih inovatif dalam menjawab kebutuhan dan tantangan zaman di sektor perhubungan.

“Diharapkan dari kompetisi ini dapat menciptakan start up yang mampu menyelesaikan masalah transportasi, menghimpun data transportasi yang berguna bagi pengambil kebijakan dan start up lokal yang inovatif,” ungkap Budi Karya didampingi Kepala Badan Litbang Moh Alwi, Prof Suhono Supangkat, Ketua Tim Juri Kategori Umum, dan Budhi Muliawan Suyitno, Ketua Tim Juri Kategori Mahasiswa.

Baca Juga:  Rebut grand prize unit rumah, inilah pemenang undian WOW Smartfren

Dari total 214 peserta, kompetisi ini kali pertama dilaunching langsung oleh Menhub pada 28 Februari 2018. Terpilih 3 finalis terbaik dari kategori mahasiswa dan umum.

Kategori Mahasiswa

1. Finalis terbaik pertama;
Prasetyo (39) dari Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) asal Jakarta Barat,
judul SharC (Sharing Capacity) yang memanfaatkan ruang kapasitas dari aset yang dimiliki oleh seseorang
atau organisasi baik aset fisik secara langsung atau kapasitas yang didapatkan dari layanan lain untuk bisa
dioptimalkan dalam aktifitas transportasi seperti pengiriman barang atau perpindahan penumpang.

Kategori Umum

2. Finalia terbaik pertama;
Munawir Bangsawan (29), Sulawesi Selatan, Reslyana Dwitasari (39), Jakarta Timur berjudul Log-In
yang merupakan sebuah aplikasi yang menyediakan layanan pengiriman barang dengan harga termurah dengan
waktu tercepat dengan model layanan end to end mengunakan moda Kereta Api sebagai alat transportasi utama
pengiriman. @sofie