Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Pengamat ISESS soroti kasus pemerkosaan turis Norwegia di Bali
Pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi. FOTO: istimewa
AKTIVIS

Pengamat ISESS soroti kasus pemerkosaan turis Norwegia di Bali 

LENSAINDONESIA.COM: Pengamat terorisme dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi angkat bicara mengenai kasus pemerkosaan yang menimpa turis Norwegia di Kuta, Bali pada Selasa 11 September 2018 lalu.

Menurut Fahmi, setiap bentuk gangguan keamanan dan ancaman kejahatan terhadap wisatawan, apalagi mancanegara, punya implikasi yang tidak sederhana. Sebab hal ini menyangkut citra sebuah negara yang dikunjungi wisatawan.

“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sektor pariwisata dituntut menjadi salahsatu andalan. Jangan sampai rusak karena kita abai pada soal-soal begini,” katanya dalam keterangan pers yang diterima lensaindonesia.com, Kamis malam (13/09/2018).

Fahmi yang maju sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dapil Bali dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun berharap, pemerintah dan semua pihak turut meningkatkan quality tourism.

Menurutnya, selama ini sektor pariwisata menjadi bagian penting dalam meningkatkan perekonomian sebuah Negara. Apalagi, pariwisata tidak saja untuk pendapatan devisa Negara, tetapi juga mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakatnya.

Berdasarkan data World Tourism Organization (UN-WTO) tahun 2014, Indonesia berada di tiga besar Negara yang memiliki pertumbuhan pariwisata yang cepat dan secara internasional berada diurutan ke 12 dalam penerimaan Negara sebesar 9,85 miliar dollar.

Karena itu, lanjut Fahmi, semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan meningkatkan quality tourism, terutama terkait keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

Sebab, bila citra kepariwisataan rusak, maka lambat laun akan ditinggalkan wisatawan.

“Jadi pekerja sektor pariwisata tak cukup hanya memiliki bekal keterampilan memadai. Tetapi juga harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga citra kawasan wisata. Tentu hal ini menyangkut soal pelayanan dan perlakuan terhadap wisatawan juga. Memahami filosofi “melayani dengan hati” sangat penting,” ujarnya.

Baca Juga:  Ceroboh, Jaksa Fathol tumpahkan barang bukti sabu

“Yuk, jadilah temannya wisatawan, agar Bali selalu aman dan nyaman dikunjungi,”‘ pungkas pria kelahiran Mataram, NTB ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita berkebangsaan Norwegia berinisial PC diduga menjadi korban pemerkosaan di Be Home Luxury Villa di Langui Kauh, Dusun Ungasan, Kuta Selatan, Bali pada 11 September 2018 lalu.

Atas laporan korban ini, jajaran Polsek Kuta akhirnya mengamankan seorang house keeper bernama Putu Ajus Novan Arya Sutawinaya.

Pria 30 tahun tersebut diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap PC.@LI-13