Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Turis Norwegia diperkosa house keeper di Bali
Pemerkosaan. FOTO: Ilustrasi
BALI / NTB / NTT / PAPUA

Turis Norwegia diperkosa house keeper di Bali 

LENSAINDONESIA.COM: Seorang pria bernama Putu Ajus Novan Arya Sutawinaya diamankan jajaran Polsek Kuta, Bali.

Pria 30 tahun tersebut diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap seorang wanita warga negara (WN) Norwegia berinisial PC.

Berdasarkan rilis pihak kepolisian, Senin (13/9/2019), kejadian berawal ketika pelapor bersama saksi bernama Anniken Tranung Olsen check-in di Be Home Luxury Villa di Langui Kauh, Dusun Ungasan, Kuta Selatan.

Lalu tanggal 11 September 2018, pelapor dan Anniken sempat diantar oleh terlapor ke Nusa Dua, kemudian bersama-sama terlapor ke Omnia Pecatu. Setelah dari Pecatu kemudian ke Singgle Pin Pecatu dan tiba di Villa sekira Pukul 22.00 Wita.

Setelah itu, keduanya sempat berenang di kolam sambil minum-minum. Pelapor kemudian naik ke kamarnya di lantai 2 untuk mandi air hangat. Karena shower air hangatnya tak bisa digunakan, dia meminta bantuan pelaku yang berprofesi sebagai house keeper untuk menghidupkannya.

Selesai mandi, korban tidur di kamarnya. Beberapa saat kemudian korban bangun dan saat itu tubuhnya sudah ditindih oleh pelaku.

“Saat itu terlapor dalam keadaan telanjang bulat, kemudian pelapor turun dari kamarnya memberitahu temannya Anniken perihal kejadian yang dialami, setelah itu pelapor bersama Anniken melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kutsel untuk proses lebih lanjut,” tulis rilis tersebut.

Berdasarkan laporan korban, Unit Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim dan Panit Opsnal melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku serta melakukan introgasi beberapa saksi.

Berdasarkan informasi yang didapat, akhirnya pelaku dapat diamankan di tempat kerjanya di Be Home Luxury Villa. Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan ke Mako Polsek Kutsel guna proses lebih lanjut.

“Hasil Introgasi terhadap terduga pelaku bahwa pelaku telah mengakui melakukan hubungan badan dengan korban. Pelaku melakukan hubungan badan tersebut karena pengaruh alkohol dan pelaku merasa diberi peluang oleh korban untuk melakukan hubungan intim,” tulis rilis tersebut.@LI-13

Baca Juga:  Sekolah asal Batu-Malang ini lantang berbicara di depan UNESCO, ada apa?