Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Subsidi biaya SMA bikin ‘stress’, Bekasi usul ambil dari pajak kendaraan
Walikota Bekasi Bang Pepen usul biaya subsidi SMA dari pajak kendaraan. @foto:sofei
HEADLINE

Subsidi biaya SMA bikin ‘stress’, Bekasi usul ambil dari pajak kendaraan 

LENSAINDONESIA.COM: Sejak munculnya Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kewenangan SMA Negeri sederajatnya diambil alih pengelolaannya oleh Provinsi. Begitu pun di Jawa Barat.

Disayangkan, Pemerintah Provinsi tak mampu sepenuhnya membiayai pendidikan tingkat SMA/SMK, alasan keterbatasan anggaran. Alhasil, beban biaya pendidikan diserahkan wali murid. Tak terkecuali Kota Bekasi, banyak orang tua murid mengeluh “Pening kepala” dan stress” lantaran masih harus mengeluarkan biaya SPP tiap bulan yang cukup besar.

Pengakuan sejumlah wali murid, ada yang membayar Rp.200.000, ada pula Rp.300.000 tiap bulan untuk gaji guru honorer.

Menanggapi hal itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi yang baru dilantik DPRD periode 2018 -2023, mengaku tidak pernah tinggal diam atas masalah yang menyelimuti sejumlah warganya.

Usai sidang paripurna penetapan walikota dan wakil walikota terpilih, Rahmat Effendi – Tri Adhianto, Jumat (21/2/2018), diusulkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil agar pendidikan SMA di Kota Bekasi diberikan subsidi. Sehingga, cita-cita wajib belajar 12 tahun terealisasi tanpa hambatan.

Permintaan itu disambut Bang Pepen –sapaan akrab– Rahmat Effendi. Semua patut dipertimbangkan Pemprov Jabar. Mengingat, Kota Bekasi penyumbang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebagai
yang terbesar. Kedua, di Jawa Barat laik mendapat perlakuan khusus.

“Karena kami sebagai penghasil PKB BBNKB terbesar kedua setelah Kota Bandung, maka kami memohon ada perlakuan khusus kepada Kota Bekasi, Untuk menggratiskan SMA/SMK yang dua tahun lalu sudah kami gratiskan,” katanya beralasan.

Bang Pepen berharap, dari total 70 persen dana Kota Bekasi yang diserap Provinsi Jawa Barat, 20 persennya dialokasikan untuk menolong biaya pendidikan siswa SMA Negeri sederajat di Kota Bekasi.

Baca Juga:  Hari ini, buku “Cerita dari Sudut Istana” diluncurkan, Fajroel dan Ngabalin jadi narasumber diskusi

“Insya Allah mulai tahun depan, ini bisa direalisasikan. Saya sudah kepada Pak Gubernur. Jadi, kita minta 20 persen dari 70 persen dilimpahkan untuk anak-anak Kota Bekasi. Dua tahun lalu, Kota Bekasi sanggup kok membebas biayakan pendidikan SMA,” tukasnya.

Alasan lain, mengapa Kota Bekasi perlu mendapat perlakuan khusus? Menurut Bang Pepen, lantaran predikat Wajah Provinsi Jawa Barat melekat pada kota seluas 21 ribu hektare.

“Kota Bandung dan Bekasi kan ga ada bedanya. Kami di Kota Bekasi sebelah Jakarta, fasilitasnya penuh, sementara
kami dianggap sebagai pintu gerbangnya Jawa Barat,” kata Pepen.

“Jadi harus bisa menyeimbangkan, karena wajahnya Jawa Barat. Kita harus mengimbangi DKI,” pungkas Pepen. @sofie