Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Mantan suami masuk bui, janda muda bertato nekat jadi bandar pil koplo
Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menunjukkan barang bukti (rofik)
HEADLINE

Mantan suami masuk bui, janda muda bertato nekat jadi bandar pil koplo 

LENSAINDONESIA.COM: Dina Setya Ayuni (25) warga Jl Pandugo VII, Surabaya, nekat menjadi pengedar pil koplo Double L. Janda muda ini ditangkap dengan barang bukti 169 ribu butir, yang diakuinya disuplai Indra, terpidana kasus narkoba yang mendekam di Lapas Porong, Sidoarjo.

Janda dua anak ini yang wajah dan betisnya dihiasi tato ini, dibekuk oleh Sat Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, di Jl Rangkah II, Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi adanya pesta sabu di tempat kos tersangka.

“Anggota kami mendapat informasi adanya pesta narkoba di tempat tinggal tersangka. Saat dilakukan penggerebekan, ditemukan ratusan ribu pil koplo Double L yang diakui didapat dari bandar yang mendekam di Lapas Lapas Porong Sidoarjo,” terang AKBP Agus.

Atas pengakuan tersangka, polisi segera berkoordinasi dengan Dirjen Kemenkumham Jatim untuk melakukan pemeriksaan terhadap Indra, pemasok ratusan ribu pil Double L tersebut. “Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak Dirjen Kemenkumham Jatim,” tambah AKBP Agus.

Sementara Dina Setya Ayuni saat diperiksa penyidik, mengaku baru pertama kali mengedarkan barang haram tersebut. “Ini pertama kali dan baru sekali kirim,” jelasnya.

Tersangka mengatakan, dirinya mendapat barang bukti dari Indra dengan harga Rp 550 ribu untuk 1000 butirnya. “Pil itu saya jual lagi Rp 650 ribu untuk 1000 butirnya,” ungkapnya.

Namun pengakuan janda muda ini terbantahkan saat polisi menemukan bukti transfer atas pil koplo senilai Rp 92 juta tersebut. “Pembayaran memang dicicil melalui transfer. Kadang transfer Rp 500 ribu, tapi tidak tentu tergantung lakunya,” sambungnya

Saat ditanya alasannya menjadi kaki tangan bandar narkoba Lapas Porong, tersangka nekat menjadi pengedar pil koplo, setelah mantan suaminya ditahan dalam kasus narkoba, sementara dia harus menghidupi dua anaknya. “Terpaksa Pak,” pungkasnya.

Baca Juga:  Asprov PSSI Jatim dukung Iwan Bule pimpin PSSI

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 196 jo pasal 197 tentang undang-undang kesehatan dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.@rofik