Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jaga budaya adiluhung, 9 ribu Ibu-ibu Dharma Pertiwi membatik massal dengan Chanting di Jakarta
Ibu-ibu berkreasi batik tulis dengan chanting, membanjiri Plaza Mabes TNI Cilangkap. Tampak Video Conference menghubungkan dengan suasana membatik yang sama di sejumlah titik Satuan TNI. @foto:penum_tni
CANTIKA

Jaga budaya adiluhung, 9 ribu Ibu-ibu Dharma Pertiwi membatik massal dengan Chanting di Jakarta 

LENSAINDONESIA.COM: Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar peristiwa akbar, menjaga budaya adiluhung Indonesia, membatik massal dengan alat tradisional Chanting. Sebanyak 9 ribu orang dari ibu-ibu keluarga besar prajurit TNI dan Majelis Taklim serta unsur-unsur komunitas wanita lain serentak membatik bareng di sejumlah tempat jajaran TNI. Kreasi budaya akbar ibu-ibu ini terpusat dengan membanjiri Plaza Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).

Dengan tetap menghormati suaasana duka bencana Palu dan Donggala serta sejumlah wilayah di Sulawesi, Ibu-ibu membatik
secara serentak dengan jumlah sangat menakjubkan ini, bukan cuma peristiwa langka. Tapi, merupakan peristiwa besar atau akbar pertama di Indonesia.

Sejumlah lokasi yang dijadikan tempat menampung ibu-ibu membatik itu, diantaranya di Satuan TNI AD, TNI AL maupun TNI AU. Lokasi-lokasi ini saling terhubung dengan memanfaatkan high tecnology komunikasi, yaitu video conference yang dpusatkan di Plaza Mabes TNI.

Ribuan ibu-ibu dari keluarga besar TNI itu terdiri dari Dharma Pertiwi, beserta unsurnya, yakni Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan IKKT Pragati Wira Anggini, Ibu-ibu Bhayangkari. Ada pula Ibu-ibu
OASE Kabinet Kerja, Ibu-ibu dari Majelis Taklim serta unsur-unsur wanita lainnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyatakan, bahwa acara membatik dengan chanting ini diselenggarakan sekaligus untuk pemecahan Rekor MURI. “Di samping itu, kegiatan membatik ini merupakan wujud kecintaan serta upaya melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ucapnya saat memberikan sambutan.

Menurut Marsekal TNI ini, batik merupakan budaya Indonesia yang diturunkan sejak ratusan tahun silam. Awalnya, batik ini diperuntukkan bagi kalangan kerajaan atau istana. “Saat ini, batik sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Kita dapat menemukan berbagai corak dan seni batik di seluruh penjuru tanah air. Segala keunikan dan kekhasan tersebut merupakan harta karun yang harus kita jaga,” tuturnya.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional, Khofifah: Pesantren sebagai laboratorium perdamaian dunia

Pada 2009 lalu, lanjut Panglima TNI, UNESCO mengakui batik tulis sebagai warisan budaya asal Indonesia. Walaupun sudah terdapat batik cetak, namun batik seni tulis tetap mendapat tempat tersendiri, terutama terkait dengan nilai
estetikanya.

“Oleh karena itu, pada pagi hari ini kita berupaya menunjukkan bahwa kita bangga dan tetap menjaga seniman batik dengan chanting,” kata Panglima, bersemangat.

Kerahkan Pasukan Pengamanan Jalur Logistik Bencana

Usai acara, dihadapan awak Media Panglima TNI menyampaikan bahwa terkait bencana Palu, adanya penambahan prajurit TNI
sebanyak tiga Batalyon Para Raider dari Divif 3 Kostrad di luar 850 prajurit TNI untuk tenaga medis yang sudah ada
di sana.

“Penambahan pasukan ini dalam rangka memberikan bantuan keamanan untuk menjaga SPBU, ATM, toko-toko, bandara dan
pelabuhan. Saya menghimbau kepada masyarakat agar tetap membuka tokonya, SPBU, Bank dan ATM nya dengan dikawal oleh TNI agar perekonomian di Palu dapat berjalan hari ini,” katanya.

“TNI juga melaksanakan pengamanan di seluruh jalur logistik mulai dari pintu masuk Parigi sebelah utara dan Mamuju
sebelah selatan guna memastikan pendistribusian bantuan yang datang dari luar kepada korban gempa dapat terlaksana dengan lancar dan aman,” jelas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Turut hadir di acara membatik akbar ini, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Ibu-ibu OASE Kabinet Kerja, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum Bhayangkari Ibu Tri Tito Karnavian, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Sita Mulyono, Ketum Jalasenastri Ibu Manik Siwi Sukma Adji, Ketum Pia Ardya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna.

Selain itu, ada pula Dirut BRI, Pejabat tinggi Mabes TNI dan Angkatan, Atase Pertahanan Negara sahabat, serta
Perancang Busana Indonesia Anne Avanti. @licom_09

Baca Juga:  Kembalikan formulir pendaftaran Cabup dari PDIP, Marjoko siap maju Bupati Kediri

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman