Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Sepuluh ABK WNI bermasalah di Sinegal, KBRI dan Bareskrim desak PT BAS tanggungjawab
ABK Damar dan Ahmad yang sudah dipulangkan KBRI Dakar ke Indonesia. @foto:dok.kbri_dakar
HEADLINE

Sepuluh ABK WNI bermasalah di Sinegal, KBRI dan Bareskrim desak PT BAS tanggungjawab 

LENSAINDONESIA.COM: KBRI Dakar di Sinegal membantu pemulangan 2 ABK (Anak Buah Kapal) yang terkena
masalah dengan pemerintahan negara Sinegal. Masih 8 ABK lagi yang belum kembali ke Indonesia,
Rabu (3/10/2018).

KBRI Dakar bekerjasama dengan Dit. PWNI dan BHI Kemenlu, BNP2TKI, serta POLRI terus menekan perusahaan pengirim kedelapan ABK itu, yaitu PT Bahtera Agung Samudera, untuk segera membantu kepulangan ke Indonesia.

Mereka ini masih berada di Asrama Centre de Bopp, Dakar, Senegal dan menunggu tanggungjawab perusahaan yang mengirim mereka, agar bisa kembali ke tanah air.

Lainnya, 2 ABK yang sudah dipulangkan dengan pesawat Ethiopia Airlines, tiba di Indonesia 2 Oktober 2018 Pukul 18.00 WIB. Keduanya, yaitu Ahmad Ade Purnomo dari PT. Trijaya Citra Marine dan Damar Ferdiansyah dari PT. Duta Samudera Bahari.

Setibanya di Jakarta, kedua ABK WNI itu langsung dijemput Dit. PWNI BHI, Bareskrim POLRI, BNP2TKI
serta pengacara Adhitya Bagus Kuncoro, SH.MH, untuk diberikan penyuluhan dan dimintai keterangan.

Sehari sebelum kembali ke Indonesia, kedua ABK WNI yang bermasalah ini sempat dikunjungi KBRI Dakar di tempat penampungan, Asrama Centre de Bopp.

KBRI Dakar dalam keterangan persnya, tidak menyebut masalah yang dibuat para ABK WNI di negara Afrika itu. KBRI ini hanya mengungkapkan, sehari sebelum dua ABK kembali ke Indonesia, pihak BRI sempat menemui mereka. KBRI memberikan sejumlah bantuan berupa makanan dan alat kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, untuk mempercepat pemulangan 8 ABK lainnya, KBRI Dakar mengaku menghubungi pimpinan PT. Bahtera Agung Samudera di Indonesia. Perusaahaan yang mengirim kedelapan ABK WNI bermasalah ini berjanji segera memulangkan. @licom_09

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Surabaya: "Masih ada penyesuaian nominal iuran JKN-KIS dari pemerintah!"