Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gawat! Puluhan ribu patok batas Indonesia-Malaysia ada yang sengaja dirusak
Ilustrasi. Ini Patok 7 perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, yang daratan di sekitarnya dihibahkan untuk bumi perkemahan Pramuka. @foto:dok.tribunnews.
HEADLINE

Gawat! Puluhan ribu patok batas Indonesia-Malaysia ada yang sengaja dirusak 

LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah patok batas dari puluhan ribu patok batas negara di perbatasan Indonesia-Malaysia mengalami kerusakan. Patok-patok tersebut berasal dari berbagai tipe.

“Dari sekian patok batas negara yang terdiri dari berbagai tipe mengalami kerusakan,” kata Direktur Wilayah Pertahanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Strategi PertahananWilayah Pertahanan (Wilhan) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Iman Prasetia, dalam acara diskusi Kemendagri Media Forum bertema “The 42nd Meeting of The Joint Indonesia-Malaysia (JIM) Boundary Committe on Demarcation and Survey of International Between Indonesia and Malaysia”, Jumat (5/10/2018).

Dalam diskusi di Gedung Kemendagri, Jakarta itu, Iman melanjutkan, penyebab kerusakan dari 20 ribu lebih patok batas yang terdiri dari berbagai tipe tersebut dipicu berbagai faktor.

“20 ribu patok batas negara, terdiri dari tipe A, B, C, dan D rusak. Penyebab kerusakan karena ulah manusia dan alam,” kata dia.

Kedua negara, Indonesia-Malaysia akan membahas dan menyepakati sejumlah permasalah dalam penetapan batas darat kedua negara. Upaya tersebut akan dilakukan dalam pelaksanaan JIM ke-42 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-11 Oktober 2018 di Bandung, JawaBarat.

Selain itu, dalam forum tersebut akan dibahas pula tentang penetapan titik koordinat antara Indonesia dan Malaysia. Pada sesi pembahasan IRM dalam forum JIM, masing-masing delegasi akan membahas terkait perbaikan patok batas negara.

Pelaksanaan forum JIM digelar dengan prinsip resiprokal. Artinya, negara yang menjadi tuan rumah bergantian setiap tahunnya dengan agenda utama yang dibahas dalam persidangan JIM adalah pelaporan hasil survei bersama dalam perioden tertentu yang dilaksanakan tim teknik melalui kegiatan Investigation Refixation dan Maintenance (IRM) pilar batas negara Indonesia-Malaysia.

Sementara itu, di tempat yang sama Deputi I Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Indra Purnama, mengatakan BNPP berharap pada 2020 mendatang hasil kesepakatan dari JIM sudah bisa diberlakukan oleh kedua negara.

Baca Juga:  91 Pati TNI terima Tanda Kehormatan

“Semoga pada 2020, hasil kesepakatan JIM sudah bisa diberlakukan. Jajaran kami juga sedang menganalisa bagaimana upaya mempercepat dan mendorong pembangunan di kawasan perbatasan,” kata Indra.

Pembahasan teknis antara Indonesia dan Malaysia pada JIM sebelumnya sudah merampungkan pembicaraan teknis tentang upaya percepatan pembangunan pada wilayah perbatasan masing-masing.

“Percepatan pembangunan harus diprioritaskan untuk pergerakan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan,” katanya. @ndre