Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) wilayah Jawa Timure mnilai Provinsi Jatim masih belum layak menyandang predikat lumbung sapi nasional.

Indikasi ini terlihat dari semakin merosotnya jumlah pasokan sapi ke pasar dan Rumah Potong Hewan (RPH).

“Jatim lumbung sapi nasional, apa maksudnya? Sapi potong bibit, atau sapi betina bibit? Saat ini jumlah jumlah sapi yang masuk ke pasar turun drastis hingga 50 persen, dan dari total sapi yang masuk ke pasar itu 70 persennya adalah sapi betina. Lalu pasokan ke RPH jumlanya turun sampai 40 persen dan 25 persen yang dipotong merupakan sapi betina. Padahal secara normatif dilarang memotong sapi betina,” kata┬áKetua PPSDS Wilayah Jatim Muthowif kepada lensaindonesia.com di Surabaya Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, Jatim “gagal” menjadi lumbung sapi nasional ini karena Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengendalian Pemotongan Betina Produktif belum efektif di lapangan.

Disamping itu, minimnya pasokan sapi siap potong di Jatim membuat banyak RPH yang akhirnya terpaksa memotong sapi betina.

“Padahal sapi betina sangat diperlukan untuk menjaga populasi sapi dan pengembangan sapi ke depannya. Ini harus lmenjadi PR bagi gubernur terpilih untuk menyelesaikan permasalahan tataniaga sapi di Jawa Timur.” tegas politisi Partai NasDem ini.

Muthowif mencontohkan, di Surabaya saja, dari 3.750 ekor sapi yang dipotong dalam sebulan, sekitar 1.100 ekor diantaranya merupakan sapi betina. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir 50%sapi yang dipotong adalah sapi betina.

Guna menekan tingginyaa angka pemotongan sapi betina, Muthowif meminta pemerintah provinsi atau kabupaten kota melakukan pengawasan secara ketat pada seluruh RPH.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu melakukan impor sapi bakalan yakni sapi yang akan digemukkan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasional dan menjaga stabilitas harga daging.

“Kondisi saat ini masih perlu adanya intervensi dari pemerintah sebagai upaya memperbanyak indukan dan memperhatikan keberadaan sapi bakalan tersebut,” pungkas pria yang juga maju sebagai caleg DPRD Jatim Dapil Blitar-Tulungagung dari Partai NasDem ini.@LI-13