Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Sat Reskoba Polrestabes Surabaya ringkus kaki tangan bandar narkoba China
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan menunjukkan tersangka dan barang bukti
HEADLINE

Sat Reskoba Polrestabes Surabaya ringkus kaki tangan bandar narkoba China 

LENSAINDONESIA.COM: Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin AKP Suhartono, kembali mendapat tangkapan besar setelah sukses meringkus dua orang kaki tangan bandar narkoba asal China, di Perumahan Deltasari, Sidoarjo, Selasa (2/10/2018)

Kedua tersangka masing-masing Amir (41) warga Jl Ahmad Yani, Sidoarjo dan Muhammad Hamid (19) warga Jl Hasanudin, Pasuruan. Paman dan keponakan ini ditangkap dengan barang bukti 6,2 kilogram sabu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menjelaskan, penangkapan terhadap bandar Narkoba jaringan China ini, setelah Unit III mendapat informasi dari masyarakat.

“Setelah mendapat informasi, anggota melakukan pengintaian selama dua pekan, yang dipimpin Wakasat Kompol Yusuf dan Kanit III AKP Suhartono,” terang Irjen Pol Luki Hermawan saat press rilis di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (10/10/2018).

Irjen Luki menjelaskan, kedua tersangka menerima sabu dari China yang dikirim melalui jalur laut di Riau.” Dari Riau ke Surabaya, dikirim melalui jalur darat,” tambahnya.

Kapolda Jatim menambahkan, tersangka Amir merupakan residivis yang pernah mendekam di Lapas Nusa Kambangan. “Tersangka AM, merupakan residivis, yang ditangkap pada 2004 silam dan menjalani kurungan di Lapas Nusa Kambangan,” pungkasnya.

Sementara AKP Suhartono kepada Lensa Indonesia, menjelaskan penangkapan bermula saat pihaknya mendapat informasi bahwa Amir akan transaksi dengan seseorang di ATM BCA dekat rumahnya.

“Saat itu juga kami lakukan penyergapan dan menemukan barang bukti sabu 55 gram. Dia lalu kami keler ke rumah kontrakannya di Deltasari dan menemukan barang bukti total 6,2 kilogram sabu,” jelasnya.

Kasus ini akan terus coba dikembangkan untuk melacak jaringan narkoba China yang beroperasi di Indonesia. “Dalam pemeriksaan, AM mengaku orang suruhan MM warga China. Kami kesulitan melacak komunikasinya karena kelompok ini menggunakan aplikasi khusus. Tapi akan tetap kami upayakan melacak bandarnya,” pungkas AKP Suhartono.

Baca Juga:  Jaga mutu dan pelayanan, PPS Autoshine Salon Mobil raih ISO 9001

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Amir yang merupakan residivis dijerat pasal 114 ayat 2 dan diancam hukuman mati.

Dalam catatan Lensa Indonesia, Unit III Sat Reskoba Polrestabes Surabaya sebelumnya juga pernah mengungkap kasus besar. Di antaranya 7,8 juta pil koplo, 17 kilogram sabu di Purimas, 15 kilo sabu jaringan Keputran, serta sejumlah tangkapan besar lainnya. @rofik